Pekalongan, tipikorinvestigasinews.id – Bencana rob yang melanda desa Tegaldowo, Mulyorejo, Karangjompo telah menyisakan kepedihan masyakat yang terdampak. Bencana rob ini hampir setiap hari terjadi akibat luapan sungai Meduri.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang ( DPU TARU ) Kabupaten Pekalongan Murdiarso, S.P., M.T. melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air ( PSDA ) Pujo Pramudiarto, S.T. kepada Tipikorinvestigasinews.id.

Mengatakan bahwa luapan air sungai Meduri yang besar ini bukan hanya rob dari air laut saja namun karena beberapa hari ini intensitas hujan di kabupaten Pekalongan tinggi sehingga menyebabkan luapan sungai Meduri lebih besar dari rob biasanya.
” Kondisi sungai Meduri yang lebih tinggi daripada jalan menyebabkan melubernya rob kejalan raya dan rumah penduduk “, jelas Pujo Pramudiarto.
Lebih lanjut Pujo Pramudiarto menjelaskan bahwa penanganan rob di sungai Meduro ini sedang ditangani Pusdataru Propinsi Jawa Tengah.
Dengan pemasangan parapet sampai ke jembatan desa Mulyorejo senilai 1,2 milyar pada tahun 2025 ini, sehingga jika pemasangan parapet sudah selesai 100 % maka masalah rob yang menggenangi desa Tegaldowo, Karang jompo dan Mulyorejo dapat teratasi .
” Warga tiga desa tersebut sudah lama menderita kebanjiran , semoga dengan selesainya pemasangan parapet tersebut warga bisa beraktifitas seperti sedia kala dan roda perekonomian kembali lancar “, ucap Pujo Pramudiarto.
( LELES )







____________________________________________
