Lamongan, tipikorinvestigasinews.id – Pembangunan Stadion Surajaya Lamongan kini menghadapi masalah serius, dengan sorotan utama pada penundaan pembayaran upah pekerja dan biaya konsumsi.
Diperkirakan, total tunggakan upah mencapai miliaran rupiah.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Lamongan, Zamroni, menyebutkan bahwa berdasarkan data awal, sekitar Rp700 juta merupakan tunggakan upah, ditambah ratusan juta rupiah yang belum dibayarkan kepada pemilik warung makan penyedia konsumsi.
Salah seorang mandor, Wahyu, mengungkapkan bahwa total tunggakan untuk 12 mandor saja sudah mencapai Rp5,9 miliar.
Proyek yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Wika) ini telah memicu lima mandor dan satu pemilik warung makan untuk melayangkan keluhan ke Disnaker Kabupaten Lamongan.
Meskipun upaya mediasi telah dilakukan, pihak Wika belum memberikan solusi yang jelas.
Disnaker mendesak para pekerja untuk melengkapi dokumen yang diperlukan agar dapat menindaklanjuti kasus ini secara hukum.
Keterlambatan pembayaran ini telah menyebabkan kesulitan besar bagi para pekerja, dan dikhawatirkan dapat memicu konflik sosial jika tidak segera diselesaikan.
(Suli)







____________________________________________
