Polewali mandar 22 Agustus 2025 Tipikorinvestigasinews.id – Dari tepian laut yang berkilau di ufuk timur, sebuah pemandangan sakral kembali hadir: layar putih Sandeq mengembang gagah, meninggalkan dermaga dengan iringan doa, kebanggaan, dan rasa syukur yang dalam dari masyarakat Mandar. Kapal bercadik tradisional tercepat di dunia ini kembali mengarungi samudera, bukan hanya sebagai alat transportasi atau perahu nelayan, tetapi juga sebagai simbol kebudayaan, identitas, serta warisan luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Sandeq bukanlah sekadar perahu. Ia adalah hasil cipta, rasa, dan karsa leluhur Mandar yang sejak berabad-abad lalu telah menjadikan laut sebagai rumah dan ruang kehidupan. Dengan balutan layar putihnya yang anggun, Sandeq menuturkan kisah panjang tentang keberanian, kebijaksanaan, serta ketangguhan orang-orang Mandar dalam berlayar, berdagang, hingga menjaga marwah budaya maritim Nusantara.

Pelepasan Sandeq dari dermaga Mandar hari ini bukan hanya seremoni budaya, tetapi juga momentum kebangkitan jati diri. Diiringi doa para tetua adat, lantunan kalimat syukur, serta tepuk tangan masyarakat yang menyaksikan, layar putih Sandeq menjadi pengingat bahwa Mandar memiliki warisan besar yang patut dijaga, dipelihara, dan diperkenalkan kepada dunia.
“Kita lepas Sandeq dengan doa, dengan kebanggaan, karena di balik layar putih itu tersimpan cerita tentang keberanian dan identitas kita. Sandeq bukan hanya milik Mandar, tetapi milik bangsa Indonesia, bahkan warisan dunia,” ungkap salah satu tokoh budaya Mandar dalam prosesi pelepasan.
Momen ini juga menegaskan bahwa Sandeq adalah simbol peradaban bahari Nusantara yang tidak lekang oleh waktu. Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Mandar terus merawat Sandeq sebagai sarana pendidikan budaya bagi generasi muda. Dengan begitu, mereka tidak hanya mengenang warisan, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk terus melestarikan tradisi agar tetap hidup dan relevan di masa kini maupun masa depan.
Pelepasan Sandeq di dermaga Mandar menjadi bukti bahwa laut, budaya, dan identitas adalah tiga hal yang tidak terpisahkan. Di atas gelombang samudera, layar putih Sandeq akan terus mengembang, membawa doa restu leluhur, semangat persaudaraan, dan harapan besar bagi masa depan Mandar serta bangsa Indonesia.
Pewarta media Tipikor kaperwil sulbar Ansar.







____________________________________________
