Buru, tipikorinvestigasinews.id –
ID Usai Sholat Jumat 28-11-2025 Sekitar 100 orang Alianse Masyarakat Adat Bupolo Dan KNPI Kabupaten Buru Melakukan Aksi Demo di Desa Namlea Kecamatan Namlea yang Merupakan Ibu Kota Kabupaten Buru Propinsi Maluku
Aksi Demo Yang Berawal Dari Kawasan Simpan 5 Namlea Dan Bergerak Menuju kantor DPRD Kabupaten Buru
Dan Berahir Di Kantor Bupati Buru
Mengelar para aksi Demonstasi Bertujuan Untuk Membatalkan Rencana Penertiban atau “Penyisiran ” pada ariyal Tambang emas Ilegal Gunung Botok Pulau Buru Oleh Pemerintah Propinsi Maluku Yang di Rencanakan senin1-12 -2025
Demontsrasi Ini di Pimpin Oleh Kordinatur aksi FIRMAN MASBAIT dan TAHER FUA Yang dalam Orasinya Menegaskan Bahwa Rencana Penerbitan Penyisiran Ini Oleh Pemerintah Propinsi Maluku di Anggap Tidak Mempertimbangkan Kepentingan Masyarakat Adat,para Penambang Rakyat Serta Konflik Potensi Sosial Di Sekitar area Gunung Botak
Sepajang aksi,Masa Berjalan Membawa Spanduk Penolakan Yang Berisi Penolakan Terhadap Rencana Penyisiran Dan Mereka Meminta Agar Pemda Harus Meninjau Kembali
Hasil Keputusan Tersebut Meski Berlangsung Dalam Beberapa Jam ,Aksi Berjalan Aman dan Tertip Di Bawa Pengawasan APH.
Dalam Pernyataan Masa ,aksi Menyampaikan 5 Tuntutan Yaitu:
1. Menolak Rencana Penerbitan Penyisiran Oleh Pemerintah Propinsi Maluku.
2. Mendesak Gubernur Maluku Dan Bupati Buru Untuk Meninjau, Mempertimbangkan Serta Melarat Rencana Penyisiran Di area Lokasi Tambang Emas Ilegal Gunung Botak Pulau Buru dan Sekitarnya.
3. Mendesak Kodim 1506 dan Polres Buru Agar Berkordinasi Dengan Pimpinan TNI /POLRI (Pangdam XVI Pattimura Polda Maluku Guna Mempertimbangkan Kembali Rencana Penyisiran dan Tidak Menurunkan Porsonel Untuk Penyesiran di GB dan Di Wilayah Sekitarnya.
4. Mendesak DPRD Buru agar Secara Kelembagaan Menyatakan Sikap Menolak Penyisiran Sampai Kelengkapan Administrasi Koperasi Yang Mengelola Tambang Emas Gunung Botak Selesai 100%.
5.Mendesak Kodim 1506/Namlea dan Polres Buru Agar segera Mendirikan Pos Keaman di Jalur D,Kali Annahoni danTanah Merah Demi Memantau Aktifitas warga .
Aksi Ini di Tutup Dengan Pembacaan Pernyataan Bersama Oleh Korlap Yang Menyatakan Bahwa Gerakan Tersebut Tersebut Terus Berlanjud Ketika Pemerintah Tidak Merespons,Masa Juga Mengungumumkan Bahwa Masa Juga Rencana Melakukan Puncak Aksi Dengan Peserta aksi, Masa Yang Lebih Banyak Yang di Gelar pada Tanggal 12 Desember 2025.
Pewarta tipikorinvestigasiNEWS ID .Buru RN







____________________________________________
