TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
KOTA SERANG, BANTEN
— Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kota Serang dalam beberapa hari terakhir kembali memicu banjir di sejumlah kawasan permukiman. Salah satunya terjadi di Kampung Kemeranggen, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Provinsi Banten. Banjir tersebut merendam rumah-rumah warga RT 21/RW 07 dan mengganggu aktivitas masyarakat. Senin 13 Januari 2026.
Genangan air yang masuk ke permukiman warga terjadi setelah hujan deras turun cukup lama. Air merendam lantai rumah, perabotan, hingga menyulitkan mobilitas warga, terutama anak-anak, lansia, dan kaum ibu. Kondisi ini membuat sebagian warga terpaksa bertahan di rumah dengan keterbatasan, sementara yang lain berupaya menyelamatkan barang-barang berharga.
Di tengah situasi darurat tersebut, semangat gotong royong warga RT 21/RW 07 justru menjadi kekuatan utama. Sejak air mulai menggenang, warga saling bahu-membahu membantu tetangga yang terdampak lebih parah, mengevakuasi perabotan, serta memastikan keselamatan bersama.
Salah seorang warga Kampung Kemeranggen mengungkapkan bahwa banjir kali ini datang dengan cepat dan cukup mengkhawatirkan.
“Air naiknya cepat setelah hujan deras. Beberapa rumah langsung terendam. Tapi alhamdulillah, warga di sini kompak, saling bantu, tidak ada yang dibiarkan sendirian,” ujarnya kepada Awak Media,
Meski solidaritas warga terjaga, masyarakat menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa terus dihadapi hanya dengan swadaya. Warga berharap adanya perhatian serius dan tindakan nyata dari pemerintah, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga Pemerintah Kota Serang.
“Kami selaku warga sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan pemerintah lainnya. Kami mohon agar semua pihak terkait turun langsung ke lapangan dan membantu kami yang terdampak banjir,” ungkap warga lainnya.
Menurut warga, banjir di Kampung Kemeranggen bukan kali pertama terjadi. Setiap hujan deras, genangan air kerap muncul akibat saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air.
Oleh karena itu, selain bantuan darurat berupa logistik dan kebutuhan pokok, warga juga mendesak adanya solusi jangka panjang.
“Kami berharap ada perbaikan drainase dan penanganan lingkungan yang serius. Jangan sampai banjir terus berulang setiap musim hujan,” tambahnya.
Masyarakat Kampung Kemeranggen berharap sinergi antara pemerintah dan instansi terkait dapat segera diwujudkan, sehingga dampak banjir dapat ditangani secara cepat dan kehidupan warga kembali normal.
Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian bersama agar langkah pencegahan ke depan dapat dilakukan secara maksimal.
Di tengah keterbatasan dan genangan air yang mengepung permukiman, warga RT 21/RW 07 tetap menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi. Semangat gotong royong yang terjaga menjadi bukti kuatnya solidaritas masyarakat dalam menghadapi bencana, sembari menunggu kehadiran dan kepedulian nyata dari pemerintah dan semua pihak terkait.
Editor: Ahmad S.A
Investigasi Nasional







____________________________________________