Bengkel Kewalahan Layani Perbaikan Motor Mogok Usai Isi BBM

BONTANG Tipikorinvestigasinews.id Jumlah kendaraan yang mogok massal usai mengisi bahan bakar masih terjadi di Bontang. Warga harus merogoh kocek cukup dalam demi memperbaiki motor mereka di bengkel.

Salah satu bengkel di bilangan Jalan MH Thamrin, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara misalnya sudah menangani 50 motor dengan kasus mogok atau brebet usai mengisi bahan bakar.

Pemilik Bengkel Aris mengatakan, sejak H-2 lebaran sampai saat ini sudah menangani paling tidak 50 motor dengan keluhan yang sama.

Biayanya pun bervariasi. Untuk ongkos nguras tangki plus biaya jasa nilainya Rp120 ribu. Harga itu belum termasuk pergantian onderdil.

Sementara biaya pergantian onderdil fuel pump atau pompa bensin juga bervariasi tergantung merk mulai Rp250 hingga Rp800 ribu.

Sedangkan jenis motor Yamaha nilainya Rp700 ribu sampai dengan Rp1 juta. Itu sudah include dengan ongkos perbaikan dengan 1 set pembelian onderdil.

“Biaya sebenarnya relatif. Tergantung keluhan. Tapi mayoritas pelanggan minta dibersihkan saja. Ongkosnya lumayan juga,” ucap Aris kepada Klik Kaltim, Kamis (3/4/2025).

Polisi Sudah Cek dan Pastikan BBM Aman; Tapi Kasus Motor Warga Mogok Masih Terjadi
Keluhan Motor Mogok Usai Isi BBM; Polres Bontang Kembali Turun Cek SPBU
Polres Turun Cek Pertamax di 3 SPBU Se-Kota Bontang; Hasilnya Nihil Tercampur Air
Lebih lanjut, Aris mengatakan saat mekanik membongkar atau menguras tangki memang didapati lendir di bagian saringan BBM motor. Biasanya itu terjadi karena BBM tercampur air atau dengan bio diesel.

Untuk durasi perbaikan memakan waktu selama 1 jam, namun dengan membludaknya jumlah konsumen sehingga penanganan harus bergiliran.

“Kewalahan juga mekanik. Ini bukan terjadi di bengkel kami saja. Tapi hampir di semua bengkel. Kami punya grup. Bukan hanya Pertamax tapi Pertalite juga ada yang kasusnya serupa diduga tercampur air,” sambungnya.

Aris meminta pihak kepolisian untik mengusut kasus tersebut. Karena dia turut prihatin warga menjadi korban dengan keluhan yang sama.

Meski kebanjiran rejeki. Aris mengaku kasihan kepada warga yang jadi korban. Karena sebagian dari mereka menjadikan motor itu sebagai kendaraannutama untuk menunjang aktivitas.

Menurutnya, seharusnya Polisi menggandeng lembaga independen yang bisa meneliti BBM tersebut benar-benar aman. Karena warga pun was-was membeli BBM pertamax dan Pertalite pasca insiden motor berebet.

Gejala motor kemasukan air bisa terjadi karena beberapa faktor. Bisa akibat menerobos banjir ataupun kandungan BBM tercampur sendirinya dengan air.

“Harusnya polisi cek juga di bagian penyimpanan BBM dan di tangki pengisian. Terus libatkan juga dari mekanik handal atau lembaga independen lainnya. Biar masalah ini jadi selesai,” pungkasnya.

Pewarta : Syandy

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
───────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *