INDRALAYA-Tipikorinvestigasinews.id – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana, Bhabinkamtibmas Polsek Indralaya, Brigpol Firdaus, menghadiri kegiatan sosialisasi dan simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang berlangsung di SMA N 1 Indralaya Selatan, Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 09.30 WIB.
Acara yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait. Di antaranya, Kepala BPMP Sumsel, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel yang diwakili, serta pengawas bina yang juga diwakili oleh para kepala SMA se-Kabupaten Ogan Ilir. Selain itu, BPBD Ogan Ilir dan Damkar Ogan Ilir turut hadir sebagai bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelajar dalam menghadapi bencana.
Brigpol Firdaus dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kerjasama antara berbagai pihak, termasuk polisi, tentara, dan masyarakat, dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan siap menghadapi bencana. “Kesiapsiagaan terhadap bencana harus dimulai dari sekolah, karena siswa adalah generasi masa depan yang harus diberikan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi berbagai potensi bencana,” ujarnya.
Selain sosialisasi, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan simulasi penanggulangan bencana yang diikuti oleh siswa dan guru SMA N 1 Indralaya Selatan. Para peserta diajarkan tentang prosedur evakuasi yang tepat, penggunaan alat pemadam kebakaran, serta cara mengatasi situasi darurat lainnya. Simulasi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada peserta tentang bagaimana bertindak cepat dan tepat saat menghadapi bencana.
Kepala BPMP Sumsel yang turut hadir dalam acara tersebut, menyatakan bahwa sosialisasi dan simulasi SPAB merupakan langkah penting dalam menciptakan budaya siaga bencana di kalangan pelajar. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang berguna jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” katanya.
Selain itu, pihak BPBD Ogan Ilir dan Damkar Ogan Ilir juga memberikan penjelasan tentang cara-cara mitigasi bencana serta langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah. Mereka juga menekankan pentingnya pemeliharaan fasilitas keselamatan dan evakuasi yang ada di sekolah.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta satuan pendidikan yang lebih siap dalam menghadapi bencana dan meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Melalui kerjasama semua pihak, kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Ogan Ilir, khususnya di sektor pendidikan, dapat terus ditingkatkan demi menciptakan lingkungan yang aman dan terlindungi bagi seluruh siswa dan tenaga pengajar.
M.Teguh






____________________________________________