DPC PJI Nganjuk Gelar Konvoi dan Tabur Bunga di Makam Marsinah

Nganjuk, tipikorinvestigasinews.id – Senin 17 November 2025 — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kabupaten Nganjuk menggelar konvoi dari Alun-Alun Nganjuk menuju Makam Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Kegiatan ini diikuti sejumlah tokoh masyarakat, jurnalis, pengusaha, serta anggota LSM Aliansi Madura Indonesia (AMI) Cabang Nganjuk.

Marsinah, aktivis buruh yang lahir pada 1969, dikenal karena perjuangannya menuntut kenaikan upah di pabrik arloji PT Catur Putra Surya (CPS), Porong, Sidoarjo. Ia diculik setelah memimpin aksi mogok kerja pada 3–5 Mei 1993 bersama rekan-rekan buruh yang mengajukan 12 tuntutan, termasuk kenaikan upah pokok. Empat hari setelah penculikan, pada 8 Mei 1993, Marsinah ditemukan meninggal di wilayah Jegong, Wilangan, Nganjuk, dengan tanda-tanda kekerasan berat sebagaimana tercatat dalam laporan visum dan otopsi.

Ketua DPC PJI Nganjuk, Impi Yusnandar S.Sos., SH., MH., M.AP., MM, menyampaikan bahwa kasus Marsinah menjadi perhatian dunia internasional. Ia menjelaskan, tekanan global pada masa itu turut mendorong Indonesia meratifikasi beberapa Konvensi ILO, antara lain:

Konvensi No. 87 tentang Kebebasan Berserikat (diratifikasi melalui Keppres No. 83/1998),

Konvensi No. 111 tentang Diskriminasi dalam Pekerjaan (1997),

Konvensi No. 105 tentang Penghapusan Kerja Paksa (1999),

Konvensi No. 138 tentang Usia Minimum Bekerja (1999).

“Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam pembaruan ketenagakerjaan di Indonesia, seperti lahirnya UU Serikat Pekerja, UU Ketenagakerjaan, Dewan Pengupahan, serta aturan mengenai UMR dan UMK,” ujar Impi. Ia juga menambahkan bahwa Indonesia kemudian menjadi salah satu negara Asia yang meratifikasi delapan Konvensi Inti ILO.

Marsinah telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo, dan keputusan ini mendapat apresiasi dari masyarakat, kalangan buruh, akademisi, hingga aktivis sosial.

Dalam kegiatan tabur bunga, Oliver Marpaung, SE, Ketua Departemen Usaha DPC PJI Nganjuk sekaligus Dewan Pengawas PERUSDA Nganjuk, menyampaikan pentingnya melanjutkan perjuangan Marsinah. “Kita perlu memastikan pekerja lokal memperoleh kesempatan kerja yang layak serta upah yang sesuai melalui Dewan Pengupahan Kabupaten Nganjuk,” ujarnya.

Sementara itu, akademisi Dr. Junari S.Ag., M.Si. menilai kegiatan ini sebagai pengingat untuk terus menumbuhkan jiwa nasionalisme. “Marsinah adalah teladan bagi generasi muda. Ia berjuang pada usia muda dan kini diakui sebagai Pahlawan Nasional,” ungkapnya. Ia juga menyebut bahwa masyarakat Nganjuk memiliki dua tokoh nasional penting: Dr. Soetomo sebagai Pelopor Kebangkitan Nasional dan Marsinah sebagai pejuang hak-hak buruh.

Konvoi dan tabur bunga tersebut berlangsung khidmat dan menjadi bentuk penghormatan masyarakat terhadap perjuangan Marsinah.

Pewarta :(BENY)

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *