DUA KASUS BUNUH DIRI BERUNTUN, PENDAMPINGAN ORANG MUDA DINILAI MENDESAK

Sumba Barat Daya, NTT, 20 Juni 2026, http://tipikorinvestigasinews.id- Dua kasus bunuh diri yang terjadi dalam rentang dua hari di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, kembali menyoroti pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi orang muda.

Peristiwa pertama terjadi pada Kamis, 18 Juni 2026, ketika seorang remaja berusia 16 tahun ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di Kampung Taworara, Desa Weerena, Kecamatan Kota Tambolaka. Sehari kemudian, Jumat, 19 Juni 2026, seorang pria berinisial ASZ (18) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi serupa di Dusun II Kadipada, Desa Kadipada, Kecamatan Kota Tambolaka.

Menurut keterangan keluarga, ASZ telah menikah dan memiliki seorang anak berusia tiga tahun. Korban ditemukan oleh dua warga yang sedang mencari kayu di sekitar lokasi kejadian.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Polres Sumba Barat Daya bersama tim medis Puskesmas Watu Kawula dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian kedua korban.

Menanggapi dua peristiwa tersebut, Head PKB Domus Cordis Keuskupan Agung Jakarta, Robertus Andi Kristianto, menilai pendampingan bagi orang muda merupakan kebutuhan yang mendesak. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Sumba Youth Day (SYD) IV di Paroki St. Yosef Waimarama, Dekenat Kodi, Kamis, 18 Juni 2026.

Menurut Robertus, banyak orang muda merasa didampingi saat mengikuti kegiatan atau pertemuan besar. Namun, setelah kegiatan berakhir, hubungan pendampingan sering kali tidak berlanjut sehingga mereka kehilangan ruang untuk berbagi persoalan hidup dan mencari dukungan.

“Orang muda merasa didampingi ketika ada kegiatan. Namun setelah kegiatan selesai, sering kali tidak ada lagi pertemuan rutin yang membuat relasi tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa minimnya ruang pendampingan dapat meningkatkan kerentanan psikologis di kalangan generasi muda.

Karena itu, Domus Cordis bersama para pendamping orang muda mendorong pembentukan kelompok-kelompok kecil di tingkat paroki sebagai ruang perjumpaan dan pendampingan yang berlangsung secara rutin.

Selain memperkuat relasi sosial, program pendampingan juga menekankan pembinaan spiritual melalui doa bersama, membaca Kitab Suci, dan keterlibatan aktif dalam perayaan Ekaristi.

Peserta SYD IV, Laurensius G. S. Hayon dari Paroki St. Arnoldus Janssen Tambolaka, mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari materi yang disampaikan. Ia menilai pendekatan Domus Cordis komunikatif dan dekat dengan pengalaman hidup kaum muda.

Laurensius berharap program pendampingan tersebut terus berlanjut dan dapat menjangkau lebih banyak orang muda di Pulau Sumba. Ia juga berencana membagikan wawasan yang diperolehnya kepada rekan-rekan Orang Muda Katolik (OMK) di parokinya.

Di tengah dua kasus bunuh diri yang terjadi secara berdekatan, berbagai pihak menilai bahwa pendampingan yang berkelanjutan bukan lagi sekadar program pastoral, melainkan kebutuhan nyata agar orang muda memiliki ruang untuk didengar, diterima, dan menemukan harapan saat menghadapi berbagai persoalan hidup.


Reporter: Gunter Guru Ladu Meha

Redaksi: John Mone

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *