KOTA SORONG,http://tipikorinvestigasinews.id-20 Juni 2026.
Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Papua Barat Daya menggelar Lomba Yosim Pancar (Yospan) sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Papua sekaligus upaya membangun kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Lambert Jitmau, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Lomba Yospan secara resmi dibuka oleh Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol. Gatot Haribowo, S.I.K, M.AP. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Papua Barat Daya Ny. Nike Gatot Haribowo, Irwasda Polda Papua Barat Daya Kombes Pol. Fernando Sanches Napitupulu, S.I.K, para Pejabat Utama Polda Papua Barat Daya, pengurus Bhayangkari, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat Daya Yusdi Lamatenggo, S.Pi, M.Si, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua Barat Daya, dewan juri, para guru pendamping, orang tua peserta, serta masyarakat yang antusias menyaksikan jalannya perlombaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, doa bersama, laporan ketua panitia, sambutan Kapolda Papua Barat Daya, pembukaan resmi lomba, dan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Gatot Haribowo menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi momentum refleksi atas pengabdian Polri kepada bangsa dan negara, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, olahraga, pendidikan, serta pelestarian budaya.
Menurut Kapolda, Yospan merupakan salah satu identitas budaya masyarakat Papua yang memiliki nilai historis, sosial, dan budaya yang tinggi. Tarian yang lahir dari perpaduan budaya masyarakat pesisir Papua tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mengandung nilai persatuan, kebersamaan, kekompakan, serta semangat gotong royong yang perlu terus diwariskan kepada generasi penerus.
“Lomba Yospan ini memiliki makna yang sangat penting karena Yospan bukan sekadar tarian tradisional, melainkan simbol persatuan, kebersamaan, dan kegembiraan masyarakat Papua. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” ujar Kapolda.
Kapolda juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berasal dari berbagai sekolah dan sanggar seni di Papua Barat Daya. Menurutnya, keterlibatan anak-anak dan remaja dalam kegiatan budaya merupakan langkah strategis untuk menjaga eksistensi budaya Papua di tengah perkembangan teknologi dan arus modernisasi yang semakin pesat.
Kompetisi Yospan tersebut diikuti oleh 14 tim yang terdiri dari peserta berusia di bawah 15 tahun. Masing-masing tim menampilkan kemampuan terbaik mereka melalui gerakan tari yang energik, kompak, dan sarat akan nilai-nilai budaya khas Papua.
Suasana perlombaan berlangsung meriah. Sorak-sorai dukungan dari orang tua, guru, dan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan semakin menambah semangat para peserta. Dengan mengenakan busana khas Papua yang berwarna-warni, para peserta berhasil menyuguhkan penampilan yang memukau sekaligus menjadi daya tarik utama dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Dalam proses penilaian, dewan juri memperhatikan sejumlah aspek, antara lain teknik gerakan, kekompakan tim, kreativitas koreografi, penguasaan panggung, ekspresi, serta kesesuaian penampilan dengan nilai dan karakter budaya Yospan.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Sanggar Kalabra Raya dengan Nomor Urut 10 berhasil meraih Juara I dengan perolehan nilai 261. Posisi Juara II diraih Malamoi Junior Nomor Urut 04 dengan nilai 252, sementara Juara III diraih Tim Yospan Polres Raja Ampat Nomor Urut 14 dengan nilai 236.
Para pemenang menerima piala, piagam penghargaan, dan apresiasi dari panitia sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan seni budaya di kalangan generasi muda. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi budaya yang mendorong anak-anak untuk lebih mengenal, mencintai, dan bangga terhadap identitas budaya Papua.
Melalui kegiatan tersebut, Polda Papua Barat Daya berharap semangat pelestarian budaya daerah dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda. Selain menjaga eksistensi budaya Papua, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat dalam suasana yang penuh kebersamaan.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang dikemas melalui kegiatan budaya ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut mengambil bagian dalam upaya pelestarian budaya, pembinaan karakter generasi muda, serta memperkuat persatuan dan keharmonisan di Tanah Papua.(Pewarta: Asep Suebu).







____________________________________________
