TAMBOLAKA,21 Juni 2026,http://Tipikorinvestigasinews.id–
Lambannya penanganan kasus hukum di wilayah hukum Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) kembali memicu reaksi keras dari elemen mahasiswa. Gerakan Kemasyarakatan (GERMAS) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Tambolaka Santo Agustinus secara tegas mendesak Polres SBD untuk segera menuntaskan kasus pembunuhan di Desa Weepangali yang telah mandek selama hampir dua tahun.
Kasus dugaan pembunuhan yang menewaskan seorang warga berinisial GB (48) atau Goris Besu terjadi pada Juni 2024 di ruas jalan penghubung Desa Weepangali dan Desa Lombu. Meski pihak kepolisian sebelumnya mengklaim telah mengantongi sejumlah petunjuk dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), hingga pertengahan tahun 2026 ini belum ada kejelasan hukum yang signifikan maupun penangkapan terhadap terduga pelaku.
Menyikapi ketidakpastian tersebut, Presidium Germas PMKRI Cabang Tambolaka, Paulus Ngailo, bersama jajaran pengurusnya menyatakan bahwa penundaan berlarut-larut ini telah mencederai rasa keadilan publik dan memperpanjang penderitaan psikologis keluarga korban.
“Kami mendesak Polres Sumba Barat Daya untuk menyampaikan secara terbuka perkembangan penanganan kasus pembunuhan Weepangali. Hampir dua tahun tanpa kepastian hukum merupakan kondisi yang tidak boleh dianggap sebagai hal biasa dalam negara hukum,” tegas Paulus Ngailo selaku Presidium GERMAS PMKRI Cabang Tambolaka dalam keterangan resminya yang diterima media ini, Minggu (21/6/2026).
PMKRI menilai transparansi institusi kepolisian sangat krusial demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di SBD. Pihaknya meminta agar seluruh rangkaian penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara profesional, objektif, dan terbebas dari segala bentuk intervensi yang dapat menghambat proses keadilan.
“Bagi kami, keadilan tidak boleh berhenti pada olah TKP dan janji pengungkapan kasus. Negara harus hadir memastikan pelaku ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” lanjutnya.
Lebih lanjut, organisasi mahasiswa ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil di Sumba Barat Daya untuk bersama-sama mengawal jalannya penanganan kasus ini. Penyelesaian kasus pembunuhan Weepangali dipandang bukan hanya demi kepentingan keluarga korban semata, melainkan menjadi ujian krusial atas komitmen dan kredibilitas aparat penegak hukum dalam memberikan perlindungan serta kepastian hukum bagi masyarakat luas.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mendapatkan konfirmasi dan keterangan resmi lebih lanjut dari pihak Polres Sumba Barat Daya mengenai kendala serta perkembangan terbaru terkait penanganan kasus tersebut.
Laporan: Paulus Ngailo (Presidium Germas PMKRI Cabang Tambolaka)
Editor: Redaksi Tipikorinvestigasinews.id
Diterbitkan pada: Minggu, 21 Juni 2026 | Tambolaka, Sumba Barat Daya.( Gunter guru ladumeha).







____________________________________________
