Boyolali, tipikorinvestigasinews.id, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Pendidikan dan Kesehatan, Kurniasih Mufidayati, menyambut positif langkah Badan Anggaran DPR RI yang memprioritaskan peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, serta penurunan angka kemiskinan ekstrem.
Dalam Rencana Kerja Pemerintah dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2026, Selasa (15/7/2025).
Menurut Kurniasih, kebijakan ini sejalan dengan visi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagaimana tercantum dalam Asta Cita poin keempat, yang menitikberatkan pada pengembangan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan akses terhadap teknologi.
Pemerintah juga mendorong kesetaraan gender dengan memperkuat peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas dalam berbagai sektor pembangunan.
PKS memberikan dukungan penuh terhadap prioritas DPR ini. Ini bukan hanya langkah yang tepat, tetapi juga memperkuat komitmen terhadap pembangunan SDM Indonesia yang berkualitas, sehat, dan produktif sebagaimana ditegaskan dalam Asta Cita Presiden Prabowo,” ujar Kurniasih.
Ia menegaskan bahwa fokus pada sektor pendidikan dan kesehatan, termasuk upaya menurunkan angka stunting dan kemiskinan ekstrem, merupakan pilar utama dalam membangun daya saing bangsa di tengah tantangan global.
Investasi di bidang pendidikan dan kesehatan adalah investasi jangka panjang dalam membangun SDM yang menjadi kunci daya saing global,” tambahnya.
Kurniasih juga mendorong peran aktif pemerintah daerah untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan arah kebijakan nasional.
Termasuk dalam memastikan alokasi mandatory spending untuk pendidikan sebesar 20 persen dan kesehatan 15 persen, serta optimalisasi anggaran kesehatan guna mendukung agenda transformasi layanan kesehatan.
Lebih lanjut, Kurniasih menyebut program Sekolah Rakyat sebagai salah satu inisiatif strategis dalam meningkatkan kapasitas SDM.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk mendukung dan memperluas pelaksanaan program ini guna membuka akses belajar bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Yang tidak kalah penting adalah memastikan ketepatan sasaran dan perbaikan data pada program-program subsidi di bidang pendidikan dan kesehatan.
Data yang valid menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan target nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026,” jelasnya.
PKS, ujar Kurniasih, siap menjadi mitra strategis dalam mengawal pelaksanaan program-program prioritas yang sejalan dengan Asta Cita, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat, terutama mereka yang berada di daerah tertinggal, masyarakat miskin, serta kelompok rentan seperti perempuan dan penyandang disabilitas,” tutup Kurniasih.
Penulis: Agus chaerudin







____________________________________________
