Mamasa Tipikorinvestigasinews.id — Ikatan Jurnalis Sulawesi (IJS) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Mamasa menyampaikan kritik terbuka kepada panitia pelaksana Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Mamasa melalui sebuah langkah simbolik berupa pengiriman amplop berisi uang sebesar Rp50.000 kepada Bupati Mamasa.
Ketua IJS DPW Mamasa menjelaskan bahwa pengiriman amplop tersebut bukanlah bentuk pemberian ataupun gratifikasi, melainkan sebuah simbol kritik dan perhatian kepada panitia pelaksana HUT Kabupaten Mamasa agar dalam setiap kegiatan daerah dapat bekerja lebih terbuka, profesional, serta menghargai berbagai pihak, termasuk insan pers.
Amplop tersebut sengaja dikirimkan kepada Bupati Mamasa dengan harapan agar pimpinan daerah dapat menegur serta mengingatkan jajarannya, khususnya panitia pelaksana HUT ke-24 Kabupaten Mamasa, terkait mekanisme dan sikap dalam berkomunikasi maupun berkoordinasi dengan insan pers, terkhusus kepada Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat DPW Mamasa.
Menurut pihak IJS DPW Mamasa, tindakan ini merupakan bentuk ekspresi kritik yang konstruktif. Nilai uang sebesar Rp50.000 yang dimasukkan dalam amplop tersebut hanya bersifat simbolis sebagai bentuk sindiran terhadap sistem pengelolaan kegiatan serta pola komunikasi panitia yang dinilai kurang maksimal.
“IJS DPW Mamasa berharap Bupati Mamasa sebagai pimpinan pemerintahan daerah dapat memberikan teguran dan evaluasi kepada panitia HUT Kabupaten Mamasa, agar ke depan penyelenggaraan kegiatan daerah dapat lebih terbuka, profesional, dan menghargai semua pihak,” ujar perwakilan IJS DPW Mamasa.
Selain itu, IJS DPW Mamasa juga menegaskan bahwa kritik tersebut bertujuan untuk membangun tata kelola kegiatan pemerintah daerah yang lebih baik serta meningkatkan sinergi antara pemerintah dan media sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.
Ketua DPP IJS Sulawesi Barat, Irham Azis, S.I.P, turut menyayangkan sikap panitia pelaksana HUT Kabupaten Mamasa yang dinilai tidak profesional. Menurutnya, seharusnya Bupati Mamasa selaku pimpinan daerah dapat mengambil langkah tegas dengan memberikan teguran bahkan sanksi kepada panitia pelaksana yang dianggap tidak menjalankan tugasnya dengan baik.
“Kami berharap Bupati Mamasa tidak anti kritik dan dapat menerima bentuk protes yang dilakukan oleh jurnalis di Mamasa sebagai bagian dari kontrol sosial yang konstruktif,” ujarnya.
Sementara itu, Dewan Etik IJS DPW Mamasa DR(c). Ir. Rocky B. Paotonan, P.Eng memberikan pesan kepada seluruh anggota IJS agar tetap menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, berimbang, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan harus tetap berada dalam koridor etika dan tidak memfitnah pihak mana pun, melainkan bertujuan untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan dan mendukung kemajuan daerah.
“IJS DPW Mamasa harus tetap menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan berimbang. Kritik boleh disampaikan, tetapi jangan sampai memfitnah seseorang. Kritik harus menjadi bagian dari upaya mendukung kemajuan Kabupaten Mamasa ke depan,” jelasnya.
Pihak IJS berharap momentum peringatan HUT ke-24 Kabupaten Mamasa dapat menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh pihak, sehingga ke depan penyelenggaraan kegiatan-kegiatan daerah dapat berlangsung lebih baik, transparan, dan menjunjung tinggi prinsip profesionalisme serta kemitraan dengan insan pers.
Pewarta media Tipikor kaperwil sulbar ansar.







____________________________________________
