SBD, tipikorinvestigasinews.id, Kadis Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya yang dikenal dengan sapaan Frin Tuka, diduga kuat membohongi 5 kelompok Tani antara lain kelompok Tani Ngindi Ate.
Dimotori oleh Perwakilan Ketua kelompok tani, sebut saja kelompok tani Ngindi Ate yang di ketuai oleh Theodurus Bilhelus. L. membuat keributan lantaran Dana alokasi Khusus.
Baru-baru ini mereka ribut di kantor dinas Pertanian Kabupaten SBD,di Kadula, Kec. Kota Tambolaka, marah gara-gara dibohongi oleh kadis Pertanian terkait bantuan Sumur bor dari Dana Alokasi Khusus tahun anggaran 2024.
Mereka kesal dan marah karena Mempersulit mereka mendapatkan rekomendasi pencarian tahap ll. Pekerjaan tahap l sudah selesai mestinya Kadis harus memberikan Rekomendasi tahap ll namun setiap kali kami minta selalu dipersulit ujar para petani.
Ada -ada saja alasan Kadis untuk tidak memberikan rekomendasi Pencairan dana.
Kadis bilang, kelompok tani yang lambat lakukan pencairan maka uangnya sudah dikembalikan ke kas Daerah.
Lagi kata Petani, yang membuat kami Marah, jawaban dari Kadis bahwa anggaran tahap ll dan lll sudah di kembalikan ke Negara -+ rp 225 juta tanpa menunjukkan bukti pengembalian kepada kelompok tani padahal anggaran tahap ll dan tahap lll tetap ada dalam rekening koran Kelompok Tani.
Theo demikian sapaan sehari hari dalam keluarga,mengecam keras prilaku Kadis Pertanian yang selalu memimpong mereka, dengan mengatakan, PPK, Kabid PSP, Dinas Keuangan dan Inspektorat telah ia koordinasikan sehingga Anggaran Pekerjaan tahap ll dan tahap lll dikembalikan ke kas Negara.
Dan ketika kelompok tani menunjukkan Bukti Rekening koran mereka bahwa masih ada! Y.Frin Tuka, tanpa kata, meninggalkan para petani dalam kekecewaan berat oleh karena tidak dapat jawaban pasti dari Kadis pertanian Kabupaten SBD, NTT.
Demikian juga ketika kuli tinta meminta tanggapan Kadis atas keributan yang terjadi dikantornya, tanpa suara sang Kadis, naik mobilnya dan pergi.
Liputan: Joseph Kalumbang







____________________________________________
