Aceh Singkil, | Tipikorinvestigasinews.id ~ Suasana pagi di Desa Suka Damai, Kecamatan Singkil, Rabu (24/09/2025), mendadak heboh. Bukan karena keramaian pasar, melainkan kedatangan sosok tak terduga: Kapolres Aceh Singkil, AKBP Joko Triyono, S.I.K., M.H., yang memilih warung kopi sederhana sebagai “kantor” untuk berdialog langsung dengan masyarakat. Kedatangan orang nomor satu di jajaran Polres Aceh Singkil ini sontak membuat warga terkejut, sekaligus penasaran.
Tak butuh waktu lama, keheranan warga pun berubah menjadi kehangatan. Kapolres Joko Triyono, didampingi Kaur Bin Ops (KBO) Sat Intelkam Polres Aceh Singkil dan rombongan, hadir bukan untuk inspeksi, melainkan untuk bersilaturahmi dan mendengarkan langsung aspirasi serta keluh kesah masyarakat. Inisiatif ini merupakan bagian dari program “Saweu Kede Kupi” atau Sambang Kedai Kopi, yang diusung oleh Polda Aceh dan dijalankan secara aktif oleh Polres Aceh Singkil.
Dalam suasana santai namun penuh keakraban di warung kopi tersebut, masyarakat Desa Suka Damai, yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan, tak ragu menyampaikan unek-unek mereka. Salah satu keluhan utama adalah kesulitan melaut di tengah cuaca yang tidak menentu, yang berdampak langsung pada penghasilan yang tidak stabil. Selain itu, kenaikan harga bahan pokok, terutama beras, juga menjadi sorotan serius yang membebani kehidupan sehari-hari warga.
Mendengar langsung keluhan masyarakat, Kapolres Joko Triyono tidak tinggal diam. Ia segera memberikan instruksi kepada KBO Sat Intelkam untuk menindaklanjuti dengan menyalurkan Beras SPHP kepada warga yang membutuhkan. Sebuah respons cepat dan konkret yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menitipkan pesan-pesan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Desa Suka Damai untuk terus menjaga kondusifitas dan situasi kamtibmas yang telah terjalin baik. “Saya berharap kepada masyarakat khususnya Suka Damai, agar kita bekerja sama menjaga situasi yang sudah aman,” ujar Kapolres. “Mari kita jaga daerah kita yang sudah aman dan kondusif ini untuk mewujudkan Bumi Aman, Damai, Tenteram dan Sejahtera.”
Kapolres juga mengingatkan bahwa Polri senantiasa membuka diri untuk menerima laporan dari masyarakat terkait gangguan kamtibmas. Warga dapat memanfaatkan berbagai sarana yang telah disediakan, mulai dari media sosial, hotline 110, hingga datang langsung ke kantor polisi terdekat.
Kunjungan Kapolres ke warung kopi ini bukan sekadar agenda formal, melainkan wujud nyata dari komitmen Polri untuk selalu dekat dengan masyarakat, mendengarkan, dan memberikan solusi atas permasalahan yang ada. Silaturahmi yang tercipta di warung kopi sederhana ini membuktikan bahwa sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan sejahtera.{*}
[Khalikul Sakda]







____________________________________________
