TIPIKOR Investigasi News.id
MALANG,tipikorinvestigasinew.id
Supriatna (58) sukses mengubah tumpukan sampah ban bekas menjadi replika beragam hewan. Pria asal Malang, Jawa Timur, ini mengerjakan semua karyanya seorang diri.
Supriatna mengaku, niat awalnya hanyalah ingin mengurangi sampah ban yang menumpuk di tempatnya bekerja dulu.
Pada 2010 lalu, Supriatna ditawari untuk mengelola tempat pengolahan sampah atau Teknologi Recycling Sampah (TPS3R) di Kepanjen, Kab. Malang.
Supriatna mengaku, saat itu ada banyak ban bekas yang menumpuk di tempat pembuangan. Kemudian, Supriatna berpikir untuk memanfaatkan ban bekas yang tidak bisa terurai ini.
“Akhirnya saya coba buat karya. Awalnya saya coba membuat (replika) burung waktu itu. Saya lihat ban itu, kan, melengkung lalu ada teksturnya yang bisa membentuk seperti bulu-bulu burung. Saya coba merangkainya, saya potong, saya rangkai, akhirnya jadilah seekor burung,” ujar Supriatna
Untuk membuat satu ekor burung berukuran kecil, Supriatna hanya membutuhkan dua hingga tiga ban bekas. Namun, hal itu dianggap kurang efektif untuk mengurangi jumlah sampah ban bekas yang terus menumpuk.

Akhirnya, untuk mempercepat pengurangan sampah ban, Supriatna mencoba membuat replika hewan dengan ukuran lebih besar.
Beberapa di antaranya adalah dinosaurus, kadal raksasa, sampai kalajengking raksasa yang bisa menghabiskan 30 sampai 40 ban untuk membuat sebuah karya. Banyaknya limbah ban bekas, membuat Supriatna bekerja lebih keras untuk menghasilkan karya baru.
“Lama-lama, kok, banyak yang berminat. Begitu saya sering unggah ke Facebook jadi banyak yang pesan. ‘Pak ini sudah layak jual. Berapa harganya,’ kata kawan saya. Saya bingung ditanya harganya berapa karena saya juga nggak pernah kepikiran untuk jual. Akhirnya saya hitung-hitung, ya, cobalah kalau mau Rp100.000 saja untuk replika burung, itu sudah lumayan untuk saya,” jelasnya.
Selain menggunakan ban bekas, Supriatna juga menggunakan limbah lainnya, seperti selang LPG dan helm bekas hasil temuannya di tempat sampah.
Kini, karya ban bekas ini menjadi sumber penghasilan utama Supriatna untuk menghidupi keluarga dan anak-anaknya.
Setelah menerima banyak pesanan, Supriatna pun ditantang untuk membuat replika hewan dari ban bekas untuk digunakan sebagai pajangan di tempat wisata.
Setelah menyanggupi tawaran tersebut, Supriatna akhirnya diundang ke Kalimantan dan dikontrak selama enam bulan untuk membuat replika bermacam-macam hewan di sana.
Adapun salah satu karya terbesar Supriatna, yakni replika dinosaurus setinggi 7 meter yang menghabiskan 1.000 ban bekas untuk pengerjaannya. Saat ini, karya tersebut dipajang di salah satu tempat wisata di Gresik, Jawa Timur.
“Jadi kalau dulu saya kewalahan dengan sampah ban, sekarang saya jadi pemburu ban,” lanjut Supriatna.
Sampai saat ini, Supriatna telah membuat lebih dari 300 karya replika hewan dari ban bekas. Namun, ia mengaku semakin kesulitan untuk memenuhi permintaan konsumen.
Supriatna merasa, dirinya tidak sanggup mengerjakan usaha ini seorang diri. Apalagi, selama ini uang hasil penjualan karya-karyanya hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan sekolah anaknya.
Supriatna lebih ingin menjadi mentor di kelas pelatihan untuk membangun komunitas, sehingga bisa merangsang minat kawula muda.
Setelah mendapatkan dukungan yang cukup banyak, kata Supriatna, barulah bisnis ini bisa menjadi besar.
“Kalau saya sendiri, dikasih uang sebanyak apa pun uangnya untuk apa? Karena saya kerja sendiri, pasti kelihatan tidak bisa. Saya bingung karena saya perajin tunggal, mulai dari mengelas dan memotong, sampai merancang saya lakukan sendiri,” tandasnya.
Supriatna berharap, ke depannya ada banyak pesaing baru dengan karya serupa yang bisa memenuhi minat pasar.
“Saya mengerjakan ini utamanya rasa senang saya terhadap seni, kepuasan saya ada di sini. Kalau uang itu bukan apa-apa, saya tidak terpancing dengan uang. Karya-karya yang saya unggah ke Facebook lebih cenderung untuk memotivasi. Namun, (sampai saat ini) tidak muncul penerus atau perajin baru,” tutup Supriatna.
Jurnalis Agus chaerudin







____________________________________________
