Aceh Singkil | tipikorinvestigasinews.id ~ Di tengah arus modernisasi, Kabupaten Aceh Singkil memiliki sosok muda yang menjadi magnet bagi generasi milenial sekaligus pilar bagi pendidikan agama. Beliau adalah Ustadz Salman, S.Pd., Gr., atau yang lebih akrab disapa Abi Salman Lae Ijuk (ASLI). Sebagai pendiri sekaligus pimpinan Pondok Pesantren (Dayah) Darul Falah Az-Zamzamiyah, langkah dakwahnya kini menjadi inspirasi luas di wilayah Aceh Singkil hingga Kota Subulussalam.

Darah Bangsawan, Jiwa Pelayan Umat
Lahir di Teluk Rumbia pada 25 Desember 1993, Abi Salman membawa garis keturunan mulia. Ayahnya, Aswet Tinambunan, merupakan keturunan Raja Rantau Gedang, sementara ibundanya, Nungkak Berutu, berasal dari keturunan Raja Tanjung Mas. Warisan kepemimpinan ini pun mengalir dalam dirinya. Ayah beliau dikenal sebagai tokoh masyarakat yang pernah menjabat sebagai Kepala Desa Teluk Rumbia (1997) dan Imam Kampung Suka Damai (2008).

Kini, Abi Salman membangun keluarga kecil yang harmonis bersama istrinya, Sariyah Limbong, Am. Keb., dan dikaruniai empat orang putri: Humaira, Nadya, Hayana, dan Nahdha Salsabila.
Rekam Jejak Akademik dan Profesional

Pendidikan Abi Salman berakar kuat pada tradisi pesantren dan akademis modern. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAS Darul Hasanah Singkil (2011), ia meraih gelar Sarjana S1: di STAIS Al-Ikhlas Dairi Sidikalang 2015 PPG: di UIN Ar-Raniriy Banda Aceh 2025 & S2 : di UIN An-nur Lampung saat ini

Pengalaman lapangannya pun sangat matang, mulai dari menjadi Muazzin di Masjid Agung Nurul Makmur, guru di daerah terpencil melalui Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh, hingga menjadi Imam di Masjid PT. PLB Astra Aceh Singkil (2017-2021). Seluruh perjalanan ini menjadi fondasi kuat saat ia mendirikan Dayah Darul Falah Az-Zamzamiyah di Lae Ijuk, yang kini telah meraih Akreditasi B.
Singa Podium: Vokal dalam Moral dan Parenting
Sebagai pendakwah, Abi Salman dikenal sebagai “Singa Podium” yang sangat diminati masyarakat. Gaya bicaranya yang lugas dan solutif membuatnya kerap mengisi Tabligh Akbar, Khutbah Hari Raya, hingga ceramah di acara hajatan warga.
Fokus utamanya adalah perbaikan moral generasi muda dan pola asuh anak (parenting). Ia percaya bahwa masa depan Islam di Aceh bergantung pada bagaimana orang tua mendidik anak-anak menjadi generasi sholeh dan sholehah di era digital.
Tokoh Organisasi yang Berpengaruh
Peran Abi Salman tidak hanya terbatas di dinding pesantren. Ia adalah tokoh organisatoris yang memegang posisi strategis di berbagai lembaga, di antaranya:
Ketua Ikatan Da’i Milenial Aceh Singkil (IDAMAS).
Ketua Rabithah Thaliban Aceh (RTA) Aceh Singkil.
Wakil Ketua PCNU Aceh Singkil.
Ketua PERTI Aceh Singkil.
Ketua Umum PB IKA Darhas (Ikatan Alumni Darul Hasanah) selama dua periode.
Visi Masa Depan:
Melalui Dayah Darul Falah Az-Zamzamiyah, Ustadz Abi Salman terus berkomitmen mencetak santri yang tidak hanya mahir membaca Kitab Kuning, tetapi juga memiliki karakter unggul dan berakhlakul karimah. Kehadirannya menjadi bukti bahwa tokoh muda mampu menjadi nakhoda perubahan bagi tatanan sosial dan religiusitas di bumi Syekh Abdurrauf As-Singkili.[]
Laporan : Khalikul Sakda.







____________________________________________