Tubaba, tipikorinvestigasinews.id – Monitoring dan evaluasi (monev) Program Prioritas Nasional 2025 dilaksanakan di Tiyuh Margo Mulyo, Kecamatan Tumi Jajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Rabu (30/7/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam memperkuat keamanan pangan masyarakat melalui tiga program unggulan: Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD), Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK), dan Sekolah dengan Budaya Keamanan Pangan.
Menurut Nurul Isnaini, Pengawas Makanan dan Minuman Ahli Muda BPOM Tulang Bawang, pemusatan program di Tiyuh Margo Mulyo didasarkan pada tingginya angka stunting anak di wilayah tersebut.
“Tujuannya memang untuk menekan angka stunting. Pemilihan lokasi berdasarkan hasil survei serta rekomendasi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, serta Dinas Kesehatan,” jelas Nurul.
Sekolah dan Pasar Jadi Sasaran Intervensi
Program ini menyasar dua sekolah, yakni SD Negeri 26 TBT dan SD Negeri 18 TBU, yang ditunjuk berdasarkan rekomendasi Dinas Pendidikan. Di sektor pasar, Pasar Pulung Kencana dipilih sebagai lokasi intervensi melalui rekomendasi dari Dinas Koperasi dan Perdagangan.
“Lokasi intervensi selalu ditentukan berdasarkan data survei dan surat resmi dari dinas terkait agar program lebih tepat sasaran dan terintegrasi,” tambahnya.
Pembentukan Kader Pengawas Pangan
Untuk menjamin keberlanjutan program, BPOM membentuk kader keamanan pangan di setiap lokasi:
- Desa Margomulyo: 6 kader
- Pasar Pulung Kencana: 5 kader
- SD Negeri 26 TBT dan SD Negeri 18 TBU: masing-masing 2 kader
Para kader telah mendapatkan pelatihan terkait pengawasan bahan pangan berbahaya serta penerapan prinsip keamanan pangan secara berkelanjutan.
“Harapannya, mereka dapat menjalankan fungsi pengawasan secara mandiri dan terus berperan aktif, bahkan setelah program selesai,” ujar Nurul.
Cakupan Wilayah BPOM: Lima Kabupaten
BPOM Tulang Bawang memiliki wilayah kerja mencakup lima kabupaten di Provinsi Lampung, yakni:
- Tulang Bawang
- Tulang Bawang Barat
- Mesuji
- Lampung Utara
- Way Kanan
Dengan kegiatan yang dipusatkan di Tiyuh Margo Mulyo, BPOM berharap program ini dapat menjadi percontohan nasional dalam membangun budaya keamanan pangan berbasis masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang rawan stunting.
“Kami berharap tidak ada lagi peredaran pangan berbahaya di desa, sekolah, dan pasar yang menjadi lokasi program. Ini langkah awal menuju masyarakat yang lebih sehat dan sadar pangan,” pungkas Nurul Isnaini. (Adi ⁴⁹)







____________________________________________
