Bangko 10 Desember 2025, tipikorinvestigasinews.id- Proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi JPT Pratama atau Eselon II di Kabupaten Merangin kembali menuai sorotan.
Sejumlah pihak menilai seleksi tersebut gagal mencapai tujuan utama, yakni menghasilkan pejabat yang benar-benar kompeten, profesional, dan bebas dari intervensi.
Penilaian kegagalan ini muncul setelah berbagai kejanggalan terlihat sejak awal proses, mulai dari minimnya transparansi, dugaan adanya “titipan”, hingga ketidaksesuaian hasil dengan rekam jejak peserta.
Beberapa peserta dengan kompetensi kuat dikabarkan tersingkir, sementara nama-nama yang sejak awal diduga disiapkan justru melaju mulus.
Aktivis merangin Febri Kurniawan, angkat bicara saat dikonfirmasi awak media rabu 9 Desember 2025, terkait proses seleksi jabatan eselon II di Kabupaten Merangin.
Dengan senyum santai, Febri menyebut bahwa arah proses seleksi tersebut sudah dapat ditebak sejak awal.
“Kita sudah sama-sama tahu lah. Kurang lebih sama seperti prediksi calon Sekda sebelumnya, arah anginnya sudah jelas,” ujar Febri sambil tersenyum.
Meski demikian, Febri tidak menutupi rasa kecewanya. Ia menilai banyak putra daerah, khususnya dari wilayah Luhak 16, yang memiliki potensi besar untuk menduduki posisi kepala dinas.
Namun, menurutnya, potensi tersebut seolah tidak mendapatkan ruang dalam proses seleksi kali ini.
“Banyak masyarakat Luhak 16 yang sebenarnya cukup berpotensi menjadi kepala dinas. Tapi nampaknya Luhak 16 zonk untuk periode ini,” tambahnya.
Febri berharap proses penempatan pejabat ke depan dapat lebih memperhatikan potensi lokal dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi putra-putri daerah.
Reporter: Sadra wandi







____________________________________________
