Kendari, tipikorinvestigasinews.id, Rabu 9 Juli 2025 Dalam semangat mempererat hubungan kemitraan antara masyarakat sipil dan kepolisian, Forum Komunikasi Organisasi Kemasyarakatan Sulawesi Tenggara (FORKOM ORMAS Sultra) bersama Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra)
Menggelar kegiatan Silaturahmi dan Dialog Strategis, yang berlangsung di Aula Pertemuan Reskrimum Polda Sultra pada hari Rabu, 9 Juli 2025.
Acara ini dihadiri oleh seluruh pejabat direktorat dari berbagai satuan kerja lingkup Polda Sultra, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Sulawesi Tenggara, serta para Ketua Ormas yang tergabung dalam FORKOM ORMAS Sultra.

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi yang konstruktif untuk membahas peran ormas dalam mendukung ketertiban umum, pembangunan sosial, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan di wilayah Sulawesi Tenggara.
Salah satu organisasi yang turut aktif dalam forum ini adalah Asosiasi Pekerja Pertukangan (APP) Sulawesi Tenggara, yang dipimpin langsung oleh Ketua Umumnya, Soni Maarisit.
Dalam forum tersebut, APP Sultra menegaskan empat isu utama yang menjadi fokus perjuangan mereka:
1. Peningkatan Perlindungan Hukum dan Keselamatan Kerja, APP Sultra menekankan pentingnya regulasi yang melindungi para pekerja pertukangan dari risiko kerja, serta memastikan hak-hak dasar mereka terlindungi secara hukum.
2. Keterlibatan Aktif Pihak Kepolisian dalam Pembinaan Sektor Pertukangan,
APP mengusulkan agar kepolisian turut serta dalam program pembinaan, pelatihan, serta pengawasan yang mendukung profesionalisme dan ketertiban di sektor pertukangan.
3. Penguatan Solidaritas Antarpekerja,
APP Sultra mendorong terciptanya semangat gotong royong dan kebersamaan di kalangan pekerja sebagai kekuatan kolektif untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif dan produktif.
4. Kerja Sama Strategis dengan Polda Sultra di Sektor Konstruksi, Dalam rangka mendukung pembangunan infrastruktur kepolisian, APP menawarkan kemitraan profesional untuk terlibat dalam proyek konstruksi yang berada di bawah lingkup Polda Sultra.
Dalam pernyataannya, Soni Maarisit menyampaikan, “Pekerja pertukangan bukan sekadar tenaga kasar, melainkan aset keterampilan yang bernilai tinggi.
Mereka adalah pahlawan di balik setiap bangunan yang berdiri kokoh. Sudah saatnya suara mereka didengar dan hak-haknya ditegakkan.”
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pengusaha, dan pemerintah daerah untuk memberikan ruang yang layak bagi pekerja pertukangan dalam proses pembangunan daerah, serta menumbuhkan penghargaan atas profesi mereka yang vital namun kerap terabaikan.
Acara silaturahmi ini ditutup dengan pernyataan bersama antara FORKOM ORMAS Sultra dan Polda Sultra tentang komitmen bersama dalam menjaga stabilitas daerah, memperkuat sinergi, dan membangun hubungan kemitraan yang saling menghormati dan saling menguatkan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat sipil dan institusi negara dapat melahirkan solusi konkret bagi tantangan sosial yang dihadapi bersama.
(Andri)







____________________________________________
