Tanpa Kompromi ! Plt Bupati Cilacap Akan Evaluasi Kepala OPD, Target Ganti Semua Jika Gagal

Cilacap-tipikorinvestigasinews.id- Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menggebrak birokrasi daerah dengan janji evaluasi menyeluruh terhadap kepala OPD yang gagal capai target kerja.

Tanpa kompromi sedikit pun, evaluasi ini menjangkau hingga aparatur paling bawah, terinspirasi pembelajaran dari kasus OTT KPK beberapa hari lalu.

“Demosi, rotasi, atau pemberhentian harus prosedural dan hati-hati. Target saya evaluasi langsung setiap OPD, lihat pencapaian targetnya,” tegas Ammy, Kamis (2/4/2026).

Ia menandaskan, langkah ini bukan dukungan terhadap korupsi, melainkan komitmen pada prosedur yang ketat. Hasil evaluasi akan jadi dasar kuat untuk tindakan tegas, hindari keputusan gegabah hanya berdasarkan pengakuan ‘nyetor’ uang.

“Harus dicek motifnya, ada tekanan, terpaksa, atau sudah jadi kebiasaan? Jujur saja, saya baru tahu praktik semacam itu. Jika kesalahan setelah evaluasi tak termaafkan, saya ganti semua, bukan hanya kepala dinas, tapi bawahan juga,” ujarnya.

Prioritas utama adalah reviu pengadaan barang/jasa dan proyek infrastruktur, sesuai masukan KPK di Semarang. “Mulai dari OPD berpotensi korupsi, prosedur lelang benar? Pokja dan PPK kerja profesional? Keluhan masyarakat soal tender online yang ‘muter-muter’, apakah fasilitas Pemda kurang atau ada permainan orang dalam?” tanyanya retoris.

Ammy berjanji mencoret item APBD 2026 dan rencana 2027 yang berisiko temuan. Proses hukum OTT KPK yang belum kelar juga jadi faktor krusial.

“Kepala OPD berpotensi dipanggil lagi sebagai saksi atau sidang, picu kurang konsentrasi dan waktu terbuang. Ini pertimbangan apakah mereka layak pimpin OPD,” jelasnya.

Dalam arahan ke seluruh OPD, Ammy bedakan diri dari pendahulunya. “Saya bukan Mas Syamsul yang halus atau sabar. Saya tak kenal kompromi. Tak mau kerja? Silakan mundur! Saya tak ambil uang OPD sepeser pun, tapi tuntut kinerja maksimal,” tegasnya.

Ia ancam turun tangan langsung terhadap ASN malas, praktik ijon (fee di muka sebelum SPK), atau sabotase kerangka acuan kerja. Era ijon selesai di jaman saya.

“Saya serius, kalau dipecat dan tak terima, silakan gugat ke pengadilan,” tandasnya.

Ia berharap, imbauan ini didengar serius untuk bersihkan korupsi dan capai target pembangunan Cilacap. Langkah ini diharapkan pulihkan kepercayaan publik pasca kasus sebelumnya. ( Asep Saepudin )

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *