TAMBOLAKA , 11/05/2026.tipikorinvestigasinews.id –
Kepolisian Resor (Polres) Sumba Barat Daya (SBD) memastikan kasus penyerangan terhadap wartawan saat peliputan kunjungan Menteri Kesehatan RI di RSUD Reda Bolo menjadi prioritas utama untuk segera dituntaskan.
Penegasan tersebut disampaikan Wakapolres SBD, Kompol Marthin Ardjon, S.H., saat menerima kunjungan silaturahmi Forum Jurnalis Independen Sumba (FORJIS) di Mapolres SBD, Senin (11/05/2026).
“Kasus ini merupakan salah satu prioritas kami karena korbannya adalah rekan-rekan jurnalis. Ini sudah menjadi atensi pimpinan untuk diselesaikan secara tuntas,” tegas Kompol Marthin.
Mantan Kasubid Penmas Humas Polda NTT ini menjelaskan bahwa Satreskrim Polres SBD tengah bekerja secara intensif. Sejauh ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi maupun pihak terlapor untuk memperkuat bukti-bukti hukum.
Teranyar, pada Senin (11/05), penyidik memeriksa Stepanus Umbu Pati dari media Silet Sumba sebagai saksi tambahan. Kompol Marthin berjanji akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyampaikannya secara transparan kepada publik.
“Progresnya terus berjalan. Kami pastikan penanganan dilakukan secepatnya agar ada kepastian hukum bagi korban,” tambahnya.
Peristiwa kekerasan ini menimpa Gunter Guru Ladu Meha, wartawan Tipikor Investigasi News, pada Kamis (23/04/2026) lalu. Saat itu, korban tengah menjalankan tugas jurnalistik meliput agenda resmi Menteri Kesehatan.
Pihak FORJIS dan komunitas pers setempat mendesak kepolisian agar tidak hanya menggunakan pasal pidana umum (KUHP), tetapi juga menjerat pelaku dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Hal ini dinilai penting sebagai efek jera terhadap tindakan yang menghalangi kebebasan pers di Sumba Barat Daya.(Tim Red)
Pewarta :Gunter/Tim Red







____________________________________________