𝗠𝗔𝗠𝗔𝗦𝗔 Tipikorinvestigasinews.id— Pemerintah Kabupaten Mamasa resmi membentuk dan meluncurkan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Lintas Sektor (TRC PB-LS) sebagai langkah cepat dalam menghadapi kondisi darurat bencana yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Mamasa.
Peluncuran tim tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi penanganan bencana yang dipimpin langsung Bupati Mamasa Welem Sambolangi bersama Wakil Bupati H. Sudirman, Sekretaris Daerah, Kapolres Mamasa, Dandim 1428/Mamasa, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Tagana Dinas Sosial, tenaga kesehatan, serta unsur terkait lainnya, Senin (18/05/2026).
Pembentukan TRC lintas sektor dilakukan menyusul meningkatnya kejadian tanah longsor dan banjir akibat curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Mamasa dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data sementara BPBD Mamasa yang disampaikan Kalaksa BPBD Alfredi Toding, sedikitnya tujuh kecamatan terdampak bencana, yakni Kecamatan Aralle, Mambi, Tabang, Sumarorong, Bambang, Tabulahan, dan Tanduk Kalua.
Dari hasil pendataan sementara, tercatat sebanyak 36 kepala keluarga (KK) atau 129 jiwa terdampak langsung akibat bencana tersebut. Sebanyak 21 KK atau 62 jiwa di antaranya terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman akibat ancaman longsor susulan dan banjir.
Selain mengancam keselamatan warga, bencana juga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian masyarakat. Sedikitnya 21 unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, sementara sekitar delapan hektare area persawahan terdampak longsor dan luapan air.
Pemerintah Kabupaten Mamasa menaksir total kerugian akibat bencana tersebut mencapai lebih dari Rp10 miliar.
Bupati Mamasa Welem Sambolangi menegaskan bahwa pembentukan TRC PB-LS merupakan langkah strategis pemerintah daerah guna mempercepat penanganan darurat, evakuasi korban, distribusi bantuan logistik, hingga pemulihan wilayah terdampak.
“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh unsur, mulai dari TNI-Polri, OPD, tenaga kesehatan, Tagana, hingga masyarakat agar penanganan korban dan pemulihan wilayah terdampak dapat berjalan maksimal,” tegas Welem.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Mamasa.
Sementara itu, tim gabungan TRC PB-LS akan difokuskan pada penanganan darurat di lapangan, asesmen kerusakan, pembukaan akses jalan yang tertutup material longsor, pelayanan kesehatan bagi korban terdampak, distribusi logistik, hingga pemantauan wilayah rawan bencana.
Pemerintah daerah memastikan seluruh personel gabungan tetap siaga selama masa tanggap darurat berlangsung guna meminimalkan risiko korban jiwa serta mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak bencana.
Pewarta media Tipikor kaperwil sulbar Ansar.







____________________________________________