SUKABUMI, tipikorinvestigasinews.id – MTs Swasta Nurul Hasanah yang beralamat di Kampung Cicukang RT 01/RW 01, Desa Sindangraja, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kini menjadi sorotan akibat kondisi ruang belajar yang memprihatinkan dan dinilai tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Jumat (18/05/2026).
Madrasah dengan visi “Siswa yang Berakhlak Mulia dan Berpendidikan” itu justru harus menghadapi kenyataan pahit. Kondisi fisik bangunan sekolah disebut sudah rusak parah dan mengancam keselamatan para siswa saat berada di lingkungan sekolah.

Komite sekolah, Ilyas Suwandi, saat ditemui insan media TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID pada Senin (18/05/2026), menyampaikan rasa prihatin terhadap kondisi bangunan madrasah yang dinilai sudah tidak layak digunakan.
“Saya berharap kepada Kemenag yang membawahi MTs Swasta Nurul Hasanah agar memperhatikan dan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi yang sebenarnya. Anak-anak kami ingin memiliki ruang belajar yang layak, aman, dan nyaman guna meningkatkan minat belajar,” ungkapnya.
Ilyas juga menegaskan, apabila melalui pemberitaan media ini belum mendapat respons dari pihak terkait, pihak sekolah akan menyurati Gubernur Jawa Barat.
“Kami akan bersurat kepada Bapa Aing (KDM), biar beliau tahu bahwa di Jawa Barat masih ada MTs yang hancur dan tidak layak digunakan. Jika diperlukan, kami juga siap menghadap langsung untuk menyampaikan kondisi sekolah kami,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala MTs Swasta Nurul Hasanah, Yahya Nugraha, S.Ag., M.M.Pd., menyampaikan bahwa dengan jumlah siswa mencapai 238 orang pada tahun ajaran 2026–2027, kondisi ruang belajar saat ini sangat tidak nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.
Menurutnya, pada 24 November 2025 lalu, sekolah mengalami musibah kebakaran yang menghanguskan tiga ruang belajar dan ruang guru hingga rusak berat.
“Keesokan harinya, pihak Kemenag yang diwakili Kasi Penmad langsung turun meninjau lokasi dan menginformasikannya ke pusat. Namun hingga saat ini belum ada realisasi ataupun tanda-tanda pembangunan kembali,” ujarnya kepada jaringgarudankri.com.
Pihak sekolah mengaku telah berulang kali mengajukan permohonan bantuan, baik secara lisan maupun tertulis melalui proposal, agar bangunan sekolah segera diperbaiki demi kenyamanan dan keamanan siswa saat belajar.
Meski demikian, pihak sekolah tetap berupaya melakukan pembangunan secara mandiri dengan bantuan dari berbagai pihak. MTs Nurul Hasanah diketahui menerima bantuan dana dari Kelompok Kerja Madrasah (KKM) sebesar Rp30 juta, PT Migas Jabar sebesar Rp15 juta, CSR Bank Jabar melalui Bupati sebesar Rp50 juta, serta bantuan dari para donatur perorangan.
Dana tersebut digunakan untuk membangun empat ruang kelas dua lantai dengan sistem gotong royong bersama masyarakat sekitar. Sekolah hanya menyediakan material bangunan, sementara tenaga kerja dilakukan secara sukarela oleh warga.
Selain itu, pihak sekolah juga telah membangun delapan pintu toilet, terdiri dari empat toilet putri dan empat toilet putra, menggunakan anggaran OSIS dan dana pemeliharaan sekolah.
“Karena kebutuhan mendesak, bangunan yang belum selesai pun terpaksa kami gunakan untuk menunjang proses pembelajaran,” tutup Yahya Nugraha.







____________________________________________