KAB LUWU, tipikorinvestigasinews.id –
Suasana hangat terlihat di Taman Belopa, depan Kantor DPRD Luwu, Jumat (3/10/2025) sore. Bupati Luwu, H. Patahuding, duduk santai bersama sejumlah awak media sambil menikmati kopi. Namun di balik suasana akrab itu, terselip agenda penting: membicarakan rencana besar revitalisasi kakao tahun 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Patahuding menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung petani kakao. Program revitalisasi ini ditujukan untuk mengganti tanaman kakao tua atau tidak produktif dengan bibit unggul yang lebih berkualitas.
“Siapapun yang punya lahan beberapa hektar akan kami dukung dengan bibit kakao baru. Bahkan, kelompok tani akan disiapkan agar lebih mudah dalam pendampingan,” ujarnya.
Revitalisasi kakao 2026 tidak hanya sebatas bagi-bagi bibit. Program ini juga akan mencakup teknik penanaman ulang, sambung samping, sambung pucuk, pendampingan teknis, serta penyediaan pupuk. Harapannya, produktivitas kakao di Luwu bisa meningkat, kualitas biji kakao lebih baik, dan keberlanjutan agribisnis terjaga.
Bupati menekankan bahwa program ini adalah investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. “Kalau kakao kita produktif, otomatis perekonomian keluarga juga ikut meningkat. Tidak hanya petani, media dan LSM pun boleh ikut jika memiliki lahan. Intinya, siapa saja bisa berpartisipasi asalkan lahan dikelola, sehingga keluarga di rumah punya tambahan penghasilan,” tambahnya.
Dengan langkah revitalisasi kakao 2026 ini, pemerintah daerah berharap semua pihak siap menyongsong era baru perkebunan yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Rusding
Investigasi nasional







____________________________________________
