Boyolali, Jawa Tengah,tipikorinvestigasinews.id – Setelah lebih dari 10 tahun vakum, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Boyolali bangkit lagi dan mengukuhkan ketua baru yaitu Muhammad Fajar Sidik. Pengukuhan dilaksanakan di aula kantor DPD Partai Golkar Boyolali, Sabtu (4/10/2025) sore.
M. Fajar Sidik sebagai calon ketua tunggal dikukuhkan sebagai ketua secara aklamasi dalam musyawarah daerah (musda) AMPI Boyolali.
“Karena hanya ada satu calon tunggal atau kandidat, sehingga pemilihan ketua dilaksanakan secara aklamasi,” kata Ketua Panitia Acara Musda AMPI Boyolali, Ita Purwidhaningsih, kepada Tipikor, Minggu (5/10/2025).
Ia menjelaskan AMPI adalah gerakan pemuda di bawah sayap Partai Golkar. AMPI Boyolali mewadahi anak-anak muda yang ingin berpartisipasi pada kegiatan politik.
“Ini sudah lama mati suri 10-15 tahun. AMPI dihidupkan lagi tentu untuk memulai kembali, mengorganisir teman-teman yang akan kami bawa menjadi calon penerus bangsa. Terutama, untuk yang ingin punya wadah sebagai ruang untuk belajar politik atau organisasi,” kata dia
Ita berharap adanya AMPI Boyolali dapat benar-benar dimanfaatkan untuk mewadahi anak muda dalam gerakan politik.
Tak hanya itu, ia berharap AMPI Boyolali dapat mendukung partai politik yang ada di Kota Susu. Setelah terpilih ketua, ia mengatakan nantinya dibuat struktural dan pendataan ulang anggota.
Sementara itu, Ketua AMPI Boyolali terpilih, M. Fajar Sidik, mengaku merasa bersyukur atas terpilihnya dia sebagai pemimpin organisasi tersebut.
Ia menjelaskan AMPI adalah gerbong muda yang penuh ide, berani bermimpi besar, dan siap menantang zaman. Ia menilai Boyolali butuh keberanian anak muda. Golkar butuh energi pembaharuan, dan AMPI adalah jembatan yang menghubungkan keduanya.
“Dalam setiap perjalanan panjang Partai Golkar, ada jejak langkah AMPI di belakangnya, kadang sebagai penggerak massa, kadang sebagai dapur ide, dan tak jarang sebagai lokomotif yang mendorong partai melesat ke masa depan,” kata Fajar.
Ia mengatakan dari lorong-lorong kampus, jalanan desa, sampai gedung parlemen, kader AMPI telah membuktikan usia muda bukan penghalang untuk memimpin, tapi justru modal utama untuk berlari lebih cepat.
“Maka, ketika AMPI dan Golkar berjalan beriringan, itulah saat sejarah bergerak. Bukan dengan teriakan kosong, tapi dengan langkah strategis. Bukan dengan romantisme masa lalu semata, tapi dengan keberanian menciptakan masa depan,” jelas dia.
Ia mengatakan saat ini zaman telah berubah, gelombang digital dan krisis kepercayaan mengguncang semua struktur lama.
“Akan tetapi satu hal tetap pasti, masa depan politik Indonesia akan ditentukan oleh mereka yang berani menyatukan pengalaman dengan semangat muda,” jelas dia.
Penulis Agus chaerudin







____________________________________________
