Payakumbuh, Sumatera Barat,tipikorinvestigasinews.id – 14 November 2025, Proyek yang dikerjakan oleh CV Pulai Raya di Kota Payakumbuh tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, santer beredar kabar bahwa perusahaan tersebut terafiliasi dengan keluarga Walikota Payakumbuh, memicu dugaan praktik nepotisme. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pemilik CV Pulai Raya adalah saudara kandung dari walikota, bernama Donirson.
Keterkaitan ini memicu pertanyaan serius dari berbagai elemen masyarakat mengenai potensi konflik kepentingan dalam pemerintahan kota. “Bagaimana mungkin saudara kandung walikota bisa mendapatkan proyek pemerintah kota? Ini sangat janggal dan mencurigakan,” ungkap seorang tokoh masyarakat yang memilih untuk tidak disebutkan namanya.
Dugaan nepotisme ini berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Pasal 5 angka 4 UU tersebut secara tegas melarang tindakan nepotisme oleh penyelenggara negara. Jika praktik ini terbukti, Walikota Payakumbuh dapat menghadapi sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku.
Masyarakat Payakumbuh menuntut transparansi dan akuntabilitas penuh dari pemerintah kota terkait proses tender dan penunjukan CV Pulai Raya. Kekhawatiran muncul bahwa dugaan ini dapat merusak kepercayaan publik terhadap integritas pemerintah.
Walikota Bungkam, Spekulasi Meningkat
Upaya konfirmasi dari awak media kepada Walikota Payakumbuh terkait isu ini menemui jalan buntu. Hingga saat ini, walikota belum memberikan tanggapan atau klarifikasi apapun terkait dugaan keterlibatan keluarganya dalam proyek tersebut.
Ketidakjelasan ini semakin memicu spekulasi dan kekecewaan di kalangan masyarakat. Mereka mendesak pemerintah kota untuk segera memberikan penjelasan yang komprehensif dan transparan, demi menjaga kepercayaan dan stabilitas pemerintahan di Payakumbuh.
Temuan di Lapangan, CV Pulai Raya Banjir Proyek, Padahal Baru Berdiri?
Investigasi di lapangan oleh awak media menemukan bahwa CV Pulai Raya mendapatkan lebih dari satu pekerjaan di Kota Payakumbuh. Ironisnya, CV tersebut diketahui baru berdiri. “Ada apa di balik ini?” tanya seorang warga dengan nada curiga.
Di sisi lain, muncul pula pertanyaan mengenai rekanan lain yang mendapatkan 14 paket pekerjaan di kota yang sama. Hal ini semakin menambah daftar pertanyaan yang menuntut jawaban dari pemerintah kota.
Pemerintah kota diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk menjawab keraguan masyarakat. Klarifikasi yang jujur dan terbuka adalah kunci untuk meredam spekulasi dan memulihkan kepercayaan publik yang terkikis.
( Mahwel )







____________________________________________
