TAPANULIUTARA-Tipikorinvestigasinews.id Sarulla Operations Ltd (SOL), sebagai perusahaan yang memiliki komitmen kuat terhadap perkembangan masyarakat sekitar wilayah operasionalnya, terus mengembangkan dan melaksanakan berbagai inisiatif dalam rangka Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). Salah satu fokus utama dari program CSR tersebut adalah sektor pertanian, yang dipandang sebagai salah satu pilar penting dalam mendorong kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Hasil yang signifikan telah terwujud melalui program pengembangan komoditas bawang merah di Kecamatan Pahae Jae dan Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, di mana 6 kelompok tani dengan total 74 anggota berhasil mencatatkan nilai penjualan yang mencapai lebih dari Rp 350 juta.
Enam kelompok tani yang terlibat dalam program ini tersebar di empat desa yang berada di dua kecamatan berbeda. Di Kecamatan Pahae Jae, program menjangkau masyarakat di Desa Sigurunggurung dan Desa Pardamean Nainggolan, sementara di Kecamatan Pahae Julu, peserta program berasal dari Desa Simataniari dan Desa Janji Natogu. Setiap kelompok tani terdiri dari anggota yang memiliki latar belakang dan pengalaman beragam dalam bidang pertanian, namun dengan semangat yang sama untuk meningkatkan hasil usaha tani mereka.
Melalui pendekatan pendampingan yang intensif dan berkelanjutan selama seluruh tahapan proses produksi, para petani berhasil mencapai hasil panen yang mengesankan. Selama tahun 2025, total panen bawang merah yang dihasilkan mencapai 11.544 kilogram, yang merupakan angka sebesar 2,4 kali lipat dari total bibit yang telah ditanam. Angka ini tidak hanya menunjukkan efektivitas dari program pendampingan yang diberikan, tetapi juga kemampuan para petani dalam mengelola lahan dan merawat tanaman dengan baik.
Sebagai bagian dari dukungan dalam program CSR, SOL telah menyalurkan bantuan berupa bibit bawang merah sebanyak 5.404 kilogram yang diberikan dalam dua tahap, yaitu pada bulan Mei dan Oktober 2025. Bantuan bibit ini menjadi dasar awal bagi para petani untuk memulai proses tanam, yang kemudian diimbangi dengan berbagai bentuk pendukung lainnya agar dapat mencapai hasil yang optimal.
Dari total hasil panen sebesar 11.544 kilogram, sebanyak 8.125 kilogram telah berhasil dipasarkan ke berbagai pasar baik lokal maupun daerah sekitar. Nilai penjualan yang diperoleh dari hasil pemasaran tersebut mencapai Rp 350.531.000, dengan kisaran harga yang bervariasi antara Rp 20.000 hingga Rp 40.000 per kilogram. Perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kualitas produk, waktu panen, serta kondisi pasar pada saat penjualan dilakukan.
Industan Sitompul, SH., yang menjabat sebagai Eksternal Specialist di SOL, menyampaikan bahwa hasil yang dicapai ini merupakan bukti konkret dari kerja sama yang baik antara perusahaan dan masyarakat. Menurutnya, “Panen yang berhasil diraih oleh para petani ini tidak hanya menjadi prestasi bagi kelompok tani terkait, tetapi juga menunjukkan bahwa program CSR yang dirancang dengan matang mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Meskipun telah mencatatkan hasil yang sangat positif, program pengembangan bawang merah ini tidak lepas dari berbagai tantangan yang harus dihadapi. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah kondisi cuaca ekstrim yang terjadi selama periode tanam dan pemeliharaan tanaman. Pada bulan Mei hingga Agustus 2025, wilayah tersebut mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya, yang menyebabkan kesulitan dalam penyediaan air untuk irigasi tanaman.
Selain itu, pada periode Oktober hingga Desember 2025, curah hujan yang sangat tinggi juga menjadi masalah bagi para petani. Kondisi tersebut berdampak pada pertumbuhan tanaman dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit pada bawang merah, sehingga produktivitas tanaman tidak dapat mencapai target yang telah diestimasi sebelumnya. Meskipun demikian, dengan dukungan dan bimbingan dari penyuluh pertanian serta tim dari SOL, para petani tetap mampu mengelola kondisi tersebut dan menghasilkan panen yang layak jual
Selain memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan bagi anggota kelompok tani, program ini juga memiliki dampak yang lebih luas dalam mendorong keberlanjutan dan diversifikasi usaha tani di wilayah tersebut. Sebagian dari hasil panen yang tidak dipasarkan dimanfaatkan kembali oleh anggota kelompok tani sebagai bibit untuk musim tanam berikutnya. Hal ini membuat siklus produksi dapat berjalan secara mandiri tanpa harus selalu bergantung pada bantuan bibit dari luar.
Selain itu, program ini juga telah meningkatkan kesadaran dan kemampuan para petani dalam mengelola usaha tani secara lebih profesional. Banyak dari mereka yang sebelumnya hanya mengandalkan pengalaman tradisional dalam bertani, kini telah mampu menerapkan teknik pertanian yang lebih modern dan efisien, yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas produk di masa mendatang.
Pendampingan dalam program pengembangan bawang merah ini dilaksanakan dengan pendekatan terpadu yang mencakup berbagai aspek penting dalam pertanian. Selain pemberian sarana produksi seperti bibit, mulsa, pupuk, dan pestisida, program juga menyertakan serangkaian pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para petani. Pelatihan tersebut mencakup materi mulai dari persiapan lahan, teknik penanaman yang benar, cara pemeliharaan tanaman yang efektif, hingga tahapan panen dan pengolahan hasil panen.
Pendampingan dilakukan secara intensif oleh tim dari SOL bersama dengan penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara. Kerja sama dan koordinasi yang erat antara kedua pihak ini menjadi kunci keberhasilan program, karena memungkinkan kombinasi antara sumber daya dan keahlian dari perusahaan dengan pengetahuan lokal serta pengalaman dari penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang telah mengetahui kondisi dan karakteristik wilayah tersebut dengan baik
Keberhasilan program pengembangan bawang merah ini menunjukkan bahwa upaya diversifikasi komoditas pertanian melalui pendampingan CSR yang terencana dan berkelanjutan mampu menjadi salah satu alternatif dan solusi efektif dalam meningkatkan pendapatan masyarakat lokal. Program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga berkontribusi pada penguatan kapasitas masyarakat dan pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
SOL berharap bahwa program pertanian bawang merah ini dapat terus dikembangkan dan diperluas ke wilayah lain di sekitar operasional perusahaan di masa mendatang. Selain itu, perusahaan juga berencana untuk mengembangkan program serupa dengan komoditas pertanian lainnya, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ketahanan pangan di wilayah tersebut. Dengan demikian, komitmen SOL terhadap pembangunan berkelanjutan dan tanggung jawab sosial dapat terus terealisasikan dengan dampak yang nyata dan berkelanjutan. (Krista)







____________________________________________
