Minahasa, Tipikorinvestigasinews.id – Sorotan tajam kini tertuju pada sebuah gudang di kawasan Tondano, Minahasa, yang diduga kuat menjadi sarang praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM). Gudang yang disebut-sebut sebagai milik seorang pengusaha lokal bernama Rico Rompas ini menjadi pusat perhatian publik setelah adanya laporan aktivitas mencurigakan yang melibatkan mobil tangki berkapasitas besar. Kemunculan informasi ini sekaligus membuka kembali luka lama soal dugaan mafia BBM yang selama ini dikeluhkan merajalela di wilayah Sulawesi Utara.
Berdasarkan laporan dari narasumber terpercaya di lapangan Kamis, (12/2/2026), sebuah mobil tangki berwarna biru putih dengan logo dan tulisan Transportasi PT Nusatar Geo Energi Indonesia terlihat tengah terparkir di dalam area gudang. Sumber yang enggan disebutkan identitasnya itu mengungkapkan bahwa kendaraan tersebut tidak sekadar singgah, melainkan diduga sedang melakukan aktivitas bongkar muat BBM dalam skala besar. Volume yang ditransaksikan diperkirakan mencapai ribuan liter, jauh melampaui kebutuhan distribusi normal.
“Mobil tangki itu sudah sangat sering mondar-mandir di gudang itu. Aktivitasnya rutin, hampir tidak ada jeda. Bukan hanya satu atau dua kali,” ujar narasumber tersebut dengan nada penuh keyakinan. Ia juga menambahkan bahwa praktik ini telah berlangsung lama, namun selama ini luput dari pengawasan aparat. “Ini semacam mata rantai yang sudah berjalan mulus, seolah ada yang membiarkan,” sindirnya.
Dari informasi yang dihimpun, BBM yang diduga ditimbun di gudang tersebut tidak disalurkan ke jalur resmi seperti SPBU atau konsumen industri yang terdaftar. Sebaliknya, BBM tersebut dijual kembali kepada sejumlah perusahaan dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Praktik semacam ini jelas merupakan bentuk penyimpangan distribusi yang tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga negara dalam bentuk potensi kerugian pajak dan subsidi.
“Ini bukan distribusi biasa. BBM ditampung dulu, kemudian dilempar ke pasar dengan harga mahal. Konsumen yang menjadi korban, sementara mafia meraup untung besar,” kata sumber yang sama. Ia menduga ada oknum tertentu yang sengaja memanfaatkan celah regulasi untuk memperkaya diri sendiri. Situasi ini dinilai sangat ironis di tengah upaya pemerintah mengendalikan harga dan ketersediaan BBM bersubsidi.
Saat dikonfirmasi terpisah, Haji Syarif selaku pemilik PT Nusatar Geo Energi Indonesia tidak membantah kepemilikan mobil tangki yang disebut-sebut berada di lokasi. “Iya pak, benar itu milik saya,” jawabnya singkat melalui sambungan telepon. Namun, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait aktivitas perusahaannya di gudang milik Rico Rompas. Sikap tertutup ini justru memicu tanda tanya besar di kalangan publik dan pegiat antikorupsi.
Sementara itu, Rico Rompas yang disebut sebagai pemilik gudang hingga berita ini diturunkan belum memberikan pernyataan resmi. Berbagai upaya konfrontasi telah dilakukan awak media, baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat, namun tidak ada respons. Tak ada klarifikasi, tak ada bantahan. Diamnya pihak yang diduga sebagai aktor utama justru kian menguatkan dugaan bahwa praktik ilegal memang tengah berlangsung di balik tembok gudang tersebut.
Masyarakat Minahasa mulai gelisah. Beredar di berbagai grup percakapan warga, desakan agar aparat penegak hukum segera turun tangan makin keras disuarakan. Tak sedikit yang menyebut bahwa praktik penimbunan ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan kejahatan ekonomi terstruktur yang melibatkan banyak pihak. Mereka menduga kuat bahwa aktivitas seperti ini tidak mungkin berlangsung tanpa perlindungan dari oknum tertentu.
Publik kini menanti langkah nyata dari Polda Sulawesi Utara dan Mabes Polri. Jika benar terjadi praktik penimbunan dan distribusi ilegal, maka hal ini tidak hanya melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, tetapi juga merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan rakyat kecil yang setiap hari berjuang mendapatkan BBM dengan harga layak. Mafia BBM harus diusut tuntas. Jika tidak, negara kembali kalah oleh segelintir orang yang bermain di lorong-lorong gelap bisnis haram. (Tim/Red)







____________________________________________
