Minahasa,Tikela, Tipikorinvestigasinews.id – Bencana banjir yang merendam sejumlah wilayah Desa Tikela dalam dua hari terakhir membuat puluhan keluarga terpaksa mengungsi. Di tengah kondisi sulit itu, seorang calon Hukumtua Desa Tikela, Romi Kirangen, justru muncul sebagai sosok pertama yang bergerak cepat membagikan ratusan paket makanan siap santap kepada warga terdampak.
Romi tiba di lokasi pengungsian sejak pagi hari dengan membawa puluhan nasi bungkus, mi instan, serta air minum kemasan. “Saya tidak menunggu dicalonkan atau tidak. Ketika warga susah, sudah seharusnya kita hadir,” ujar Romi di sela-sela menyerahkan bantuan. Kamis (28/5/2026)
Meskipun genangan air setinggi lutut masih menggenangi beberapa ruas jalan, Romi bersama relawan muda desa nekat berjalan kaki menjangkau rumah-rumah warga yang terisolasi. Warga tampak haru melihat ketulusannya yang tidak memungut suara atau janji politik.
Romi mengaku pernah mengalami banjir besar saat kecil dan tahu persis bagaimana rasanya kehabisan makanan di tengah keterbatasan. “Pengalaman itu mengajarkan saya bahwa bantuan yang cepat menyelamatkan perasaan, bukan hanya perut,” kenangnya dengan nada mengharukan.
Seorang warga (JM) menangis saat menerima makanan dari Romi. “Kami belum minta apa-apa, beliau sudah datang. Ini bukan cuma calon hukumtua, ini abang, tetangga, bahkan orangtua bagi kami,” tuturnya dengan suara bergetar.
Dalam aksinya itu, Romi tidak sendirian. Pemuda-pemuda Tikela yang sebelumnya netral turut membantu membagikan makanan secara sukarela. “Kami ikut karena Romi tidak pernah membedakan pendukung atau lawan. Semua warga adalah keluarganya,” kata salah satu relawan.
Pengamat sosial masyarakat Sulteng menilai, respons Romi Kirangen terhadap bencana menunjukkan bahwa naluri kemanusiaannya lebih kuat dibanding ambisi politik. “Di saat banyak calon sibuk kampanye, Romi sibuk menyelamatkan warganya. Itu modal kepemimpinan sejati,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Romi Kirangen menyampaikan pesan haru: “Saya tidak minta dipilih karena saya bagi-bagi makanan. Saya hanya ingin warga Tikela tahu bahwa ada orang yang benar-benar peduli. Jika suatu saat saya diberi amanah menjadi hukumtua, tidak akan ada warga yang kelaparan saat bencana.” Pernyataan itu disambut gemuruh tepuk tangan warga pengungsi.
(Welly Mamonto)







____________________________________________
