Limapuluh kota,Sumbar,Tipikorinvestigasinews.id– Puluhan warga yang tergabung dalam aliansi “Anak Nagari Sungai Kamuyang” menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor Wali Nagari setempat, Rabu (15/04/2026). Massa mendesak Wali Nagari, Isral, untuk mengundurkan diri dan meminta aparat penegak hukum (APH) segera mengusut temuan audit Inspektorat yang diduga merugikan keuangan nagari.
Aksi dimulai dengan berkumpulnya massa di Masjid Raya Batang Tabik sebelum bergerak menuju kantor wali nagari yang terletak di Jalan Raya Payakumbuh–Lintau. Dalam orasinya, para tokoh massa menyoroti dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran yang belum terselesaikan hingga saat ini.
Koordinator aksi, All Mahesa, menegaskan bahwa tuntutan ini didasari oleh hasil temuan resmi dari Inspektorat Daerah yang menyebutkan adanya kewajiban pengembalian dana dalam jumlah besar.
“Dari informasi yang kami terima, terdapat temuan yang mewajibkan pengembalian dana sekitar Rp500 juta terkait periode 2024, 2025, hingga yang masih dalam pengawasan tahun 2026. Kami ingin persoalan ini tuntas dan keuangan nagari kembali sehat,” tegas All.
Massa juga menuntut agar aparat penegak hukum segera memproses hukum temuan tersebut. Mereka menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi saksi dan memberikan keterangan guna mengungkap fakta di lapangan.
“Kami meminta APH segera bertindak. Panggil pelapor dan terlapor, kami siap memberikan keterangan dan bukti yang ada. Jangan biarkan masalah ini menggantung,” ujarnya.
Selain menargetkan Wali Nagari, massa juga melayangkan kritik keras terhadap Badan Musyawarah (BAMUS) Nagari yang dinilai gagal menjalankan fungsi pengawasan. Keberadaan lembaga tersebut dianggap tidak responsif dan tidak berpihak pada kepentingan masyarakat.
Massa menegaskan, aksi ini merupakan bentuk konsistensi setelah aksi sebelumnya pada tahun lalu tidak membuahkan hasil nyata. Mereka menolak segala bentuk tawar, menawar dan berkomitmen akan terus melakukan pengawasan ketat.
Sempat Terjadi Ketegangan, Wali Nagari Enggan Keluar
Dalam pelaksanaannya, aksi berjalan kondusif dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Namun, suasana sempat memanas ketika massa menuntut agar Wali Nagari Isral keluar menghadap untuk mendengar langsung aspirasi warga.
Sayangnya, hingga aksi berakhir, terlihat bahwa pihak Wali Nagari enggan keluar dari ruang kerjanya dan tidak memberikan respons maupun pernyataan resmi terkait tuntutan yang disampaikan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan jelas dari Wali Nagari maupun BAMUS terkait desakan pengunduran diri dan penyelesaian masalah keuangan tersebut.( Mahwel ).







____________________________________________
