Kabupaten Buru, tipikorinvestigasinews.id – Seorang pemuda berinisial RN (19) diduga melakukan aksi pengancaman menggunakan senjata tajam berupa parang terhadap sejumlah warga di Desa Waelana Lana, Kecamatan Fena Leisela, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, Selasa (12/5/2026).
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.00 hingga 18.00 WIT dan menimbulkan kepanikan warga setempat.
Beberapa warga yang disebut menjadi sasaran pengejaran, yakni Ricardo Nacikit, Kamal Nacikit, Surni Tasane, dan Foni, disebut berusaha menyelamatkan diri saat pelaku diduga mengamuk sambil membawa parang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian pelaku diduga mengonsumsi minuman keras tradisional jenis sageru yang terbuat dari pohon enau. Setelah itu, pelaku disebut mendatangi lokasi tempat korban pertama, Ricardo Nacikit, sedang duduk di bawah pohon mangga.
Korban mengaku sempat melihat pelaku datang sambil membawa parang dan melontarkan ancaman. Menyadari situasi berbahaya, korban langsung melarikan diri untuk menyelamatkan diri, namun pelaku disebut terus melakukan pengejaran.
Tidak hanya itu, pelaku juga diduga mendatangi rumah beberapa korban lainnya dan mencoba mendobrak pintu rumah. Para korban kemudian melarikan diri melalui pintu belakang atau dapur guna menghindari kemungkinan terjadinya kekerasan.
Situasi tersebut membuat warga sekitar panik. Sejumlah warga disebut tidak mampu menghentikan aksi pelaku yang terus mencari para korban di sekitar desa.
Salah satu korban mengaku tidak mengetahui penyebab pasti atau sumber permasalahan hingga pelaku melakukan aksi pengancaman tersebut.
“Katong tidak tahu masalahnya apa, tiba-tiba pelaku datang membawa parang dan mengejar kami,” ujar salah satu korban sebagaimana disampaikan kepada wartawan.
Akibat kejadian itu, korban atas nama Ricardo Nacikit dilaporkan melarikan diri ke desa tetangga untuk meminta bantuan dan menghubungi pihak keamanan Polsek Air Buaya melalui sambungan WhatsApp.
Menurut keterangan korban, pihak kepolisian menyarankan agar laporan awal disampaikan terlebih dahulu kepada pemerintah desa setempat mengingat jarak menuju Polsek Air Buaya cukup jauh dan medan menuju lokasi harus menggunakan kendaraan roda empat dengan penggerak ganda.
Korban juga mengaku telah mencoba menghubungi Kepala Desa Waelana Lana melalui WhatsApp, namun hingga informasi ini diterima, belum ada tanggapan dari pihak pemerintah desa.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah desa terkait kronologi lengkap dan penanganan kasus tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan sesuai Kode Etik Jurnalistik.
Laporan: R.N







____________________________________________
