Pekalongan – Jateng, tipikorinvestigasinews.id – Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah menggelar kegiatan sosialisasi POME (Pelaporan Online Manajemen Energi) di Aula Kantor Bupati Pekalongan, Senin (26/5) diikuti 50 peserta dari instansi OPD. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan perangkat daerah, pelaku usaha, dan instansi terkait dalam melakukan pelaporan konsumsi energi secara daring, terpadu, dan akurat guna mendukung efisiensi serta ketahanan energi daerah.
Acara dibuka secara resmi oleh Anis Rosidi, S.Sos., M.Si., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan. Dalam sambutannya, Anis Rosidi menegaskan bahwa pengelolaan energi yang baik dan pelaporan yang tepat waktu merupakan salah satu kunci utama dalam pembangunan berkelanjutan.
“Energi adalah sumber daya vital yang menopang segala aktivitas pembangunan ekonomi maupun pelayanan publik. Dengan sistem POME, pelaporan yang dulunya bersifat manual dan terpisah, kini menjadi terintegrasi, cepat, dan transparan. Hal ini memudahkan kita dalam memetakan kebutuhan, mengendalikan konsumsi, serta merumuskan kebijakan yang tepat sasaran demi efisiensi dan penghematan anggaran daerah,” ujar Anis Rosidi saat membuka acara.
Ia juga berharap seluruh peserta yang hadir dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius, menyerap materi yang disampaikan, dan segera menerapkannya di lingkungan kerja masing-masing agar data energi Kabupaten Pekalongan selalu mutakhir, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Laporan pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh Pujo Tiarso, S.E., Ahli Analis Muda pada Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan yang mewakili Kabag Perekonomian Siti Hanikhatun, S.STP., M.Si. Dalam laporannya, Pujo Tiarso menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam mendukung kebijakan konservasi energi sebagaimana diamanatkan dalam peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2025 tentang konservasi energi dan manajemen energi dilingkungan pemerintah. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN/D, serta pelaku industri dan usaha di wilayah Kabupaten Pekalongan.
“Kegiatan ini kami selenggarakan agar seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama mengenai tata cara pelaporan penggunaan energi, serta implementasi budaya hemat energi di lingkungan instansi pemerintahdan ,” jelas Pujo Tiarso.
Sebagai narasumber utama, hadir Nanang Aribowo, S.T., tenaga ahli dari Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah. Dalam pemaparan materinya, Nanang menjelaskan secara rinci teknis penggunaan aplikasi POME, mulai dari mekanisme pendaftaran, penginputan data, verifikasi, hingga pelaporan hasil analisis manajemen energi.
Nanang menekankan bahwa sistem POME bukan sekadar kewajiban pelaporan, melainkan alat kendali mutu dan efisiensi.
“Melalui data yang masuk ke sistem, kita bisa melihat pola penggunaan energi, mendeteksi pemborosan, dan merancang langkah-langkah penghematan. Hal ini sejalan dengan upaya Provinsi Jawa Tengah menuju kemandirian energi dan pengurangan dampak lingkungan,” urai Nanang .
Kegiatan berlangsung interaktif, di mana peserta antusias bertanya mengenai kendala teknis, standar satuan ukur, hingga kewajiban pelaporan berkala. Para peserta menyambut baik adanya sosialisasi ini karena dianggap sangat membantu mempermudah tugas pelaporan sekaligus memberikan wawasan baru tentang pentingnya manajemen energi yang baik.
Diharapkan setelah kegiatan ini, seluruh instansi dan pelaku usaha di Kabupaten Pekalongan telah siap dan mampu mengoperasikan sistem POME dengan benar, sehingga pengelolaan energi di daerah berjalan lebih tertib, efisien, dan mendukung target pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
( LELES )







____________________________________________
