Sukabumi – Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memperkuat sektor ketahanan pangan melalui peningkatan infrastruktur sumber daya air, sejalan dengan pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan pengelolaan sumber daya air untuk mendukung ketahanan pangan. Selasa 07-Juli-2026
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Penguatan Peran serta P3A dan GP3A Mitra Cai yang dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Sukabumi, TNI-Polri, serta para pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelembagaan petani dalam mengelola jaringan irigasi secara efektif dan berkelanjutan.
Dalam keterangannya kepada awak media, Kadis PU Beserta Bidang Sumber Daya Air menyampaikan bahwa kondisi jaringan irigasi di Kabupaten Sukabumi saat ini mencapai sekitar 63,8 hingga 64 persen dalam kondisi baik.
Dari total 156 Daerah Irigasi (DI) yang ada, masih terdapat sekitar 36 persen jaringan irigasi yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah untuk terus ditingkatkan.
Menurutnya, kerusakan yang terjadi sebagian besar merupakan dampak bencana alam sepanjang tahun 2024 hingga 2025, seperti banjir, longsor, dan gempa bumi.
“Kurang lebih ada 56 daerah irigasi yang terdampak bencana. Alhamdulillah, sampai saat ini sekitar 25 daerah irigasi sudah berhasil diperbaiki melalui anggaran yang tersedia. Kami tetap konsisten menjalankan arahan Bupati Sukabumi agar seluruh kewenangan yang menjadi tanggung jawab Dinas PU dapat dilaksanakan secara maksimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jenis kerusakan yang terjadi cukup beragam, mulai dari kebocoran saluran hingga kerusakan konstruksi akibat pergerakan tanah dan longsor.
“Kondisi alam memang tidak bisa kita hindari, namun kami akan terus melakukan langkah-langkah konkret agar sumber daya air tetap mampu mengaliri lahan pertanian sehingga mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Sukabumi,” tambahnya.
Dinas PU juga mengungkapkan bahwa luas lahan sawah fungsional yang telah terlayani jaringan irigasi mencapai sekitar 19.672 hektare. Sementara itu, masih terdapat sekitar 7.000 hektare lahan potensial yang membutuhkan pengembangan layanan irigasi agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Untuk Tahun Anggaran 2026, Dinas PU menargetkan penanganan sekitar 60 daerah irigasi yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi berdasarkan skala prioritas dan kondisi di lapangan.
Melalui pelatihan penguatan P3A dan GP3A Mitra Cai, pemerintah berharap sinergi antara pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga, mengelola, serta memanfaatkan jaringan irigasi. Peran aktif P3A dan GP3A dinilai sangat strategis dalam memastikan distribusi air ke lahan pertanian berjalan optimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Bupati Kabupaten Sukabumi Asep Japar juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media sebagai mitra kontrol sosial, untuk terus mengawal pembangunan infrastruktur sumber daya air agar berjalan transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Sukabumi.
Nilam







____________________________________________
