SIMALUNGUN,http://Tioikorinvestigasinews.id–
9 Juli 2026.
Kebun Bah Birung Ulu, unit kerja PTPN IV Regional II di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, mencatat pertumbuhan produksi kelapa sawit pada Semester I 2026. Selain meningkatkan kinerja operasional, perusahaan juga menyatakan terus menjalankan program pengembangan sumber daya manusia, perbaikan infrastruktur, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Berdasarkan data perusahaan, produksi tandan buah segar (TBS) pada Semester I 2026 mencapai 22.139 ton, meningkat 16,71 persen dibandingkan Semester I 2025 yang tercatat 18.969 ton. Sementara itu, produksi crude palm oil (CPO) naik 17,14 persen, dari 4.742 ton menjadi 5.555 ton.
Peningkatan juga terjadi pada rendemen minyak sawit yang mencapai 25,09 persen, atau naik 0,09 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 25,00 persen.
Manajer Kebun Bah Birung Ulu PTPN IV Regional II, Yuna Shaund H.S. Damanik, mengatakan peningkatan tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan di sektor operasional.
Menurutnya, perusahaan masih terus melakukan pembenahan, antara lain melalui peningkatan pemeliharaan tanaman, mutu panen, pelaksanaan Hatch and Carry pada tanaman muda dan remaja, penguatan infrastruktur, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Ia menjelaskan, Kebun Bah Birung Ulu memiliki karakteristik tersendiri karena berada pada kawasan dengan elevasi tertentu dan merupakan areal bekas perkebunan teh yang telah dikonversi menjadi kebun kelapa sawit. Kondisi tersebut memengaruhi pertumbuhan tanaman sehingga jumlah pokok per hektare saat ini baru mencapai sekitar 70 persen dari standar Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS).
Meski demikian, manajemen menyatakan terus berupaya mengoptimalkan produktivitas melalui perbaikan tata kelola tanaman dan operasional kebun.
Produktivitas kebun juga menunjukkan tren meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada Semester I 2024 produktivitas tercatat 8,10 ton TBS per hektare, meningkat menjadi 9,94 ton pada Semester I 2025, dan kembali naik menjadi 11,60 ton TBS per hektare pada Semester I 2026.
Dari sisi keuangan, laba per hektare Semester I 2026 mencapai Rp20.649.213, meningkat dibandingkan Semester I 2025 sebesar Rp17.143.045 per hektare.
Selain peningkatan produksi, perusahaan juga melakukan perbaikan infrastruktur jalan produksi secara bertahap. Jalan yang mengalami kerusakan berat diperbaiki melalui pengecoran, sedangkan kerusakan ringan hingga sedang ditangani dengan pengerasan jalan untuk mendukung kelancaran mobilitas operasional dan pengangkutan hasil panen.
Di bidang pengembangan sumber daya manusia, perusahaan memberikan pelatihan kepada Mandor I, Mandor Panen, dan Mandor Pemeliharaan melalui program yang diselenggarakan Holding Perkebunan Nusantara. Program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan supervisi serta kualitas pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

“Kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas. Karena itu, pengembangan kompetensi karyawan terus menjadi perhatian perusahaan,” kata Yuna.
Sementara itu, Asisten Personalia Kebun Bah Birung Ulu, Bobby Y.F. Saragih, mengatakan perusahaan juga menjalankan berbagai program sosial dan lingkungan sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan.
Program tersebut meliputi penanaman pohon, pelibatan masyarakat sekitar sebagai tenaga pengamanan dan pemanen sesuai kebutuhan perusahaan, serta penyaluran bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Salah satu realisasi program TJSL adalah dukungan terhadap perbaikan infrastruktur jalan melalui kegiatan semenisasi. Menurut Bobby, program sosial yang dijalankan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan perusahaan.
“Kami berharap keberadaan perusahaan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi operasional, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui kesempatan kerja maupun program TJSL,” ujarnya.
Ke depan, manajemen menyatakan akan melanjutkan berbagai program peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, penguatan kompetensi karyawan, perbaikan infrastruktur, serta pelaksanaan program sosial dan pelestarian lingkungan guna mendukung keberlanjutan operasional perusahaan.
(Reporter: Ramses).







____________________________________________

