Pekalongan – Jateng, tipikorinvestigasinews.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau yang diperparah fenomena El-Nino, diproyeksikan berlangsung pada bulan Juli hingga September 2026 dengan curah hujan lebih rendah dan suhu udara yang lebih tinggi dari kondisi normal .
Berdasarkan pemantauan dan pemetaan wilayah hingga awal Juli 2026, tercatat sebanyak 37 desa yang tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Pekalongan berpotensi terdampak kekeringan, dengan rincian:
– 13 desa masuk kategori rawan tinggi;
- 24 desa lainnya berpotensi mengalami penurunan debit sumber air bersih dan irigasi.
Wilayah yang menjadi prioritas pantauan meliputi Kecamatan Karanganyar, Kajen, Karangdadap, Paninggaran, Wonopringgo, Kesesi, Doro, Kandangserang, dan Kedungwuni.
Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, S.H., M.H. kepada media tipikorinvestigasinews.id 10 Juli 2026 diruang kerjanya mengatakan bahwa pihaknya pada tanggal 30 Juni 2026 telah melakukan rapat koordinasi dengan Polres Pekalongan, Kodim 0710 Pekalongan, PDAM Tirta Kajen, PMI dan para relawan serta menyusun rencana kontinjensi dan memobilisasi seluruh sumber daya yang tersedia.
“Kami memprediksi puncak dampak El-Nino akan terjadi pada bulan Agustus hingga September 2026. Untuk itu, kami telah menyiagakan armada mobil tangki air bersih, menambah stok tandon air di titik rawan, serta berkoordinasi erat dengan PDAM Tirta Kajen, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, TNI, Polri, PMI, dan pemerintah desa,” ujar Agus Pranoto.
Ia menambahkan langkah yang telah dilakukan antara lain:
. Memetakan sumber air alternatif seperti sumur bor, mata air, dan embung;
. Menyiapkan jalur distribusi air bersih ke desa yang kesulitan;
. Menyebarkan tim pemantau lapangan untuk memantau kondisi debit air harian;
. Menghimbau masyarakat untuk berhemat dan memanfaatkan air secara bijak .
“Kami juga memperkuat kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan permukiman akibat kondisi udara yang sangat kering,” tegasnya.
Menutup wawancaranya Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Agus Pranoto mengimbau warga di wilayah rawan untuk segera melaporkan jika terjadi kekeringan atau krisis air bersih ke kantor desa atau menghubungi Posko Siaga Bencana BPBD Kabupaten Pekalongan. Pihak berwenang juga berjanji akan melakukan penyaluran bantuan air bersih secara berkala sesuai kebutuhan yang berkembang di lapangan.
( LELES )







____________________________________________
