Pasaman Barat, 10 Juli 2026, http://tipikorinvestigasinews.id- Di tengah keterbatasan akses dan minimnya pembangunan infrastruktur, masyarakat Jorong Tombang, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, membuktikan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan terbesar dalam membangun negeri.
Tanpa menunggu bantuan pemerintah, warga bergandengan tangan membangun Jalan Tombang–Bateh Samuik sepanjang kurang lebih 4 kilometer secara swadaya.
Pekerjaan yang diperkirakan bernilai sekitar Rp600 juta itu mencakup pembukaan dan peningkatan badan jalan, pembangunan sejumlah gorong-gorong, serta rehabilitasi tiga unit jembatan.
Berkat kerja keras seluruh masyarakat, akses yang selama ini sulit dilalui kini sudah dapat dilewati kendaraan roda empat.
Bagi masyarakat Tombang, jalan tersebut bukan sekadar penghubung antara dua wilayah.
Jalan Tombang–Bateh Samuik telah menjadi simbol perjuangan, harapan, dan bukti nyata bahwa kebersamaan mampu menghadirkan perubahan meski di tengah segala keterbatasan.
Manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Biaya transportasi dari Kampung Tombang menuju Pasar Talu yang sebelumnya mencapai sekitar Rp150 ribu menggunakan jasa ojek kini turun drastis menjadi sekitar Rp50 ribu.
Penurunan biaya ini memberikan dampak besar terhadap kehidupan warga, mulai dari kemudahan mengangkut hasil pertanian, mempercepat akses menuju layanan kesehatan dan pendidikan, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedalaman.
Tokoh Nagari Sinuruik sekaligus putra asli Tombang, Sardi Usman Rajo Mudo, A.Md, mengatakan keberhasilan pembangunan jalan tersebut merupakan hasil dari semangat persatuan dan kepedulian seluruh masyarakat yang rela menyumbangkan tenaga, waktu, bahkan biaya pribadi demi mewujudkan akses yang selama ini menjadi impian bersama.
Menurutnya, perjuangan warga membangun jalan ini merupakan bukti bahwa masyarakat pedalaman tidak tinggal diam menunggu bantuan, melainkan berinisiatif mencari solusi bersama demi masa depan yang lebih baik.
Keberhasilan pembangunan Jalan Tombang–Bateh Samuik diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, maupun pemerintah pusat.
Warga berharap pembangunan dapat dilanjutkan dengan peningkatan kualitas jalan secara permanen agar lebih aman, nyaman, dan mampu menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.
Apabila mendapat dukungan pembangunan lanjutan, Jalan Tombang–Bateh Samuik diyakini akan membuka peluang ekonomi yang lebih luas, mempercepat distribusi hasil pertanian, sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah pedalaman dan perkotaan.
Kisah dari Jorong Tombang ini menjadi potret nyata bahwa pembangunan tidak selalu harus dimulai dari anggaran besar.
Ketika masyarakat bersatu dengan semangat gotong royong, keterbatasan bukan lagi penghalang untuk menghadirkan perubahan.
Jalan sepanjang empat kilometer yang mereka bangun bukan hanya menghubungkan Tombang dan Bateh Samuik, tetapi juga menjadi jalan harapan bagi masa depan masyarakat pedalaman Pasaman Barat.
Ade Putra







____________________________________________
