SUMBA BARAT DAYA, 22 Juli 2026,http://tipikorinvestigasinews.id
– Sejumlah warga yang kerap melintas di jalur koridor Hutan Rokoraka, tepatnya di rute yang menghubungkan Desa Wilacenge dan Desa Kenduwela, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait keselamatan berkendara. Warga menyoroti keberadaan puluhan pohon jati yang telah mati, kering, dan melapuk di sepanjang pinggir jalan karena dinilai berpotensi menimbulkan bahaya fatal bagi pengguna jalan.
Aspirasi ini mencuat murni dari keresahan masyarakat pengguna jalan yang setiap hari menggantungkan aktivitasnya pada jalur tersebut. Mereka menilai kondisi pohon-pohon yang siap tumbang ini tidak bisa lagi diabaikan.
Masyarakat menekankan pentingnya kehadiran dan tanggung jawab dari dinas berkompeten yang membidangi pengawasan kawasan hutan dan keselamatan jalan. Menurut warga, pengawasan berkala seharusnya menjadi garda terdepan dalam mendeteksi ancaman lingkungan seperti pohon lapuk di fasilitas publik sebelum jatuh korban jiwa.
“Masalah utama yang kami angkat adalah keamanan dan keselamatan lalu lintas masyarakat yang beraktivitas di sepanjang area hutan Rokoraka ini,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi kenyamanan. “Banyak pohon jati yang mati dan sudah lapuk di sepanjang areal ini. Kami yang lewat setiap hari merasa sangat terancam.”
Warga menambahkan, pengawasan yang lemah di area batas wilayah ini membuat kondisi pohon mati dibiarkan begitu saja tanpa ada tindakan pemotongan atau peremajaan kawasan.
Terkait status kepemilikan lahan yang sebagian besar kini telah dimanfaatkan warga menjadi area perkebunan, masyarakat menegaskan bahwa mereka tidak ingin masuk dalam ranah sengketa hukum atau administratif tanah. Fokus utama warga murni pada aspek keselamatan jiwa pengguna jalan umum.
Masyarakat menaruh harapan besar agar instansi atau dinas yang memiliki otoritas kompeten segera turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi ekologis, membersihkan sisa-pohon lapuk yang berbahaya, dan melakukan tata kelola yang aman bagi publik.
“Kami tidak tahu pasti siapa pemilik sebenarnya lahan ini. Namun, kami sangat mengharapkan penanganan yang terbaik dari pemerintah dan dinas terkait demi keamanan dan keselamatan lalu lintas masyarakat umum yang melintas di sini setiap hari,” pungkasnya berharap.
Hingga saat ini, suara dan harapan masyarakat tersebut murni menjadi dorongan terbuka bagi dinas pengawas terkait untuk segera mengambil langkah konkret di lapangan sebelum cuaca buruk memicu terjadinya pohon tumbang. (Tim Redaksi)
Reporter: Gunter Guru Ladu Meha







____________________________________________
