Demo Tolak UU TNI di DPRD Siantar Nyaris Ricuh, Coba Lukai Polwan, ibu Kapolres Dilempar Petasan, Polisi Di Siram Pertalite


Sumut,pematangsiantar,tipikorimvrstigasinews.id – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Siantar kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang (UU) TNI di depan Kantor DPRD Siantar, Kamis 27 maret 2025

Sejumlah mahasiswa yang berjumlah sekitar 40 orang berorasi secara bergantian di depan gerbang kantor DPRD yang tertutup dan dijaga ratusan personel Polres Siantar

Sementara Ketua DPRD Siantar Timbul Marganda Lingga, didampingi beberapa anggota dewan, akhirnya menemui demonstran di depan pintu gerbang. Mahasiswa kemudian menyerahkan selebaran berisi tuntutan mereka, di antaranya: Penolakan terhadap Pasal 7 UU TNI, yang dianggap telah menggeser tugas pokok TNI dari fungsi utamanya dalam menjaga kedaulatan, keamanan, dan pertahanan negara.

Penolakan terhadap Pasal 47, yang memungkinkan prajurit aktif menduduki 16 jabatan di kementerian/lembaga negara, karena dinilai dapat mengurangi kesempatan kerja bagi masyarakat sipil serta mengancam masyarakat sipil dalam demokrasi

Penolakan terhadap Pasal 53, yang mengatur perpanjangan batas usia pensiun TNI, karena dinilai dapat membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Desakan kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk mengusut oknum yang terlibat dalam pembahasan RUU TNI di Hotel Fairmont Jakarta pada 14-15 Maret 2025 lalu

Menanggapi aspirasi tersebut, Timbul Marganda Lingga menyatakan bahwa DPRD Siantar siap menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada DPR RI, sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam pembahasan undang-undang tersebut.
Namun, mahasiswa tetap bersikeras agar DPRD Siantar menandatangani pernyataan sikap menolak UU TNI tersebut.

Permintaan ini ditolak Ketua DPRD dengan alasan bahwa lembaga DPRD memiliki mekanisme tersendiri dalam menyatakan sikap resmi sesuai tata tertib yang berlaku.
Ketegangan sempat terjadi ketika mahasiswa tetap memaksa agar dewan menandatangani pernyataan tersebut.

Setelah beberapa saat berdialog, Ketua DPRD dan anggotanya memilih meninggalkan lokasi.
Beberapa mahasiswa kemudian melakukan aksi vandalisme dengan mencoret-coret dinding ruangan Harungguan Kantor DPRD Siantar dengan tulisan yang dianggap melecehkan DPRD.

Situasi semakin memanas hingga tiga mahasiswa sempat diamankan ke salah satu ruangan sebelum akhirnya dikembalikan ke lokasi aksi.

Aparat kepolisian pun menghalau massa keluar dari halaman kantor DPRD, namun mahasiswa tetap berorasi dengan nada keras, bahkan melontarkan kata-kata kasar terhadap petugas. massa akhirnya membubarkan diri.

Setelah selesai aksi demo Kabag OPS polres siantar AKBP ilham harahap menyampaikan 200 personil untuk pengamanan aksi namun tadi di duga ada oknum untuk menimbulkan kericuhan diantaranya polisi di siram pertalite,ingin melukai polwan, dan ibu kapolres di lempar petasan.

Kami polisi bukan musuh mahasiswa kami polisi hadir untuk keamanan dan memberi pengamanan terhadap mahasiswa supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan pungkas ilham harahap.
(Ragum siallagan)

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *