Lampung Utara, tipikorinvestigasinews.id -Bukit Kemuning ,16 Mei 2026 Keluarga Besar Pencak Silat Waris Sepuh kembali menggelar kegiatan rutin latihan seni budaya pencak silat di Lingkungan V Timur Jaya, Kelurahan Bukit Kemuning, Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan rutinitas tersebut diadakan setiap malam minggu dan rabo serta menjadi bagian dari upaya pelestarian seni budaya sekaligus menjaga kearifan lokal yang telah diwariskan para sesepuh sejak puluhan tahun lalu. Latihan rutin itu diikuti anggota, pengurus, dan generasi muda di lingkungan setempat.
Koordinator kegiatan wilayah Lingkungan V Timur Jaya, Bukit Kemuning, Abah Subarjo, mengatakan bahwa pencak silat bukan hanya seni bela diri, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat yang mengandung nilai sopan santun, kebersamaan, penghormatan kepada sesepuh, serta semangat persaudaraan.

Menurut pengurus perguruan, seni budaya Pencak Silat Waris Sepuh di Kecamatan Bukit Kemuning pertama kali diajarkan sekitar tahun 1960 oleh seorang tokoh asal Banten, almarhum Abah Keming. Ajaran tersebut kemudian dilanjutkan oleh almarhum Abah Haji Umar serta almarhum Abah Sulaiman yang merupakan orang tua dan kakek dari Ahmat Kosasih, bersama tokoh-tokoh lainnya, hingga diwariskan secara turun-temurun sampai saat ini.
Pencak Silat Waris Sepuh sendiri resmi didirikan pada tahun 2023 oleh Ahmat Kosasih bersama para pengurus dan sesepuh. Untuk memperkuat legalitas organisasi, perguruan tersebut telah memiliki akta notaris serta terdaftar secara resmi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).
Ketua Umum Pencak Silat Waris Sepuh, Ahmat Kosasih, yang juga merupakan pendiri Keluarga Besar Seni Budaya Pencak Silat Waris Sepuh, menyampaikan bahwa kegiatan rutin tersebut menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antaranggota dan masyarakat melalui kegiatan positif berbasis seni dan budaya daerah.
“Melalui kegiatan seni budaya pencak silat, kami mengajak seluruh anggota dan generasi muda untuk terus menjaga persaudaraan serta melestarikan warisan budaya leluhur,” ujarnya.
Selain sebagai latihan bela diri, kegiatan itu juga menjadi wadah pembinaan karakter generasi muda agar tetap menghargai adat, budaya, dan nilai-nilai kearifan lokal di tengah perkembangan zaman. Masyarakat sekitar pun menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap tradisi pencak silat warisan para sesepuh tetap lestari di Kabupaten Lampung Utara, khususnya di Kecamatan Bukit Kemuning.
Pewarta : Udin Fathudin







____________________________________________