LAMONGAN,tipikorinvestigasinews.id– Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lamongan Tahun 2025 sebesar Rp. 3,250 Triliun, hampir 70% habis di pos biaya oprasional atau OPEX (Operational Expenditure) dan perjalanan dinas (perdin). Hal itu merupakan hasil diskusi Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Lamongan saat acara bedah APBD Lamongan 2025, pada selasa 15 April 2025, kemarin.
“Bahwa APBD Lamongan 2025 tidak diperuntukan untuk rakyat tapi dibuat bacaan bersama oleh pejabat pejabat di kabupaten Lamongan.hal Ini sangat keterlaluan .melihat postur APBD dan seakan akan lupa bahwa APBD itu berasal dari pajak yang dibayarkan rakyat dan seharusnya dirasakan juga oleh rakyat hususnya rakyat Kabupaten Lamongan,” ungkap M. Rohis Putra Ketua Umum PC PMII Lamongan, kepada awak media, yang ikut dalam bedah APBD.Kamis 17 April 2025.

Berdasarkan undang-undang nomor 1 tahun 2022 tentang hubungan keuangan daerah dan pusat mengatur untuk belanja pegawai maximal 30% dan 40% untuk pembagunan infrastruktur guna percepatan pembangunan nasional, pemerintaan kab lamongan seolah tidak melihat aturan yang ada di atasnya penyusunan APBD yang terkesan copy paste di tahun tahun sebelumnya.
Kendati demikian, beber dia, dari 11 program prioritas bupati lamongan itu hanya omong kosong ketika melihat anggaran yang diperuntukan untuk program tersebut, “salah satunya JAMULA hanya 80M sekitar 2,6% dari total APBD DESA BERJAYA sampai saat ini belum ada kejelasan soal dana dusun,” ucapnya.
Diterangkan, alih-alih efesiensi menjadi alasan pemerintah untuk mengurangi anggaran pada program progam yang harusnya di rasakan langsung oleh rakyat, akan tentapi malah sebaliknya pemborosan di setiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan belanja-belanja yang tidak masuk akal masih ada di APBD biaya mamin (makan minum), pengandakan alat tulis kantor (ATK) dan lain-lain masih tetap boros.
Nyatanya banyak jalan jalan di kabupaten Lamongan yang saat ini masih mengalami kerusakan yang cukup parah..
Maka dari itu, kata Rohis, “kami PC PMII Lamongan akan melakukan audensi ke DPRD pada hari Senin 21 April 2025 serta untuk evaluasi besar-besaran terhadap APBD Kabupaten Lamongan sekaligus untuk memberikan kuliah umun terhadap para pejabat yang ada di Kabupaten Lamongan agar cerdas dan serius dalam pengelolaan anggaran dan nantinya benar-benar diperuntukan untuk rakyat bukan untuk di buat foya-foya para pejabat,” tandasnya.
(Suli)







____________________________________________
