Kodi Utara, Sumba, Barat Daya, 2 Juli 2026, http://tipikorinvestigasinews.id- Seorang warga kurang mampu, Kristina Yohana Dendo Ngara atau yang akrab disapa Mama Jesi, warga Dusun III, Desa Waiholo, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, mengaku hingga kini belum menerima bantuan bahan bangunan yang dijanjikan oleh pemerintah desa. Akibatnya, rumah baru yang dibangun secara swadaya bersama keluarganya masih berdiri tanpa atap dan dinding.
Menurut penuturan Mama Jesi, persoalan bermula pada Mei 2026, ketika Kepala Desa Waiholo, Soleman Mone, menjanjikan bantuan stimulan berupa seng dan paku seng. Bantuan tersebut diberikan dengan syarat keluarga penerima terlebih dahulu menyediakan kayu dan menyelesaikan pembangunan kerangka rumah secara mandiri.
Berbekal kepercayaan terhadap janji tersebut, keluarga Mama Jesi yang sebelumnya terpaksa mengungsi karena rumah lamanya rusak diterjang angin dan hujan pada Februari 2025, berupaya mengumpulkan kayu dan membangun rumah baru berukuran 5 x 7 meter.
Pada 10 Juni 2026, kerangka rumah berhasil diselesaikan sesuai persyaratan yang diminta pemerintah desa. Namun hingga awal Juli 2026, bantuan seng yang dijanjikan belum juga disalurkan sehingga bangunan tersebut masih terbuka tanpa atap dan belum dapat ditempati.
“Kami sudah berusaha memenuhi syarat dari desa dengan bangun rumah dulu. Tapi sampai sekarang seng belum ada. Kami hanya berharap janji itu segera diwujudkan supaya kami punya tempat tinggal yang layak,” ujar Mama Jesi kepada awak media.
Kondisi ekonomi keluarga Mama Jesi diketahui telah lama memprihatinkan. Sebelumnya, pada Agustus dan Desember 2025, keluarga ini pernah menerima bantuan sembako dari Tim Organisasi Talitakum Sumba bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Barat Daya yang disalurkan bersama tim media.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Waiholo, Soleman Mone, belum memberikan keterangan resmi terkait belum terealisasinya bantuan tersebut. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon telah dilakukan beberapa kali, namun nomor telepon yang bersangkutan tidak aktif.
Untuk memenuhi prinsip keberimbangan (cover both sides), tim media masih berupaya mendatangi Kantor Desa Waiholo maupun kediaman Kepala Desa Waiholo guna memperoleh klarifikasi terkait penyebab keterlambatan penyaluran bantuan serta memastikan kapan bantuan tersebut akan direalisasikan.
Reporter: Gunter Guru Ladu Meha







____________________________________________
