MANADO,(SULUT),tipikorinvestigasinews.id -senin-21-7-2025,-Suasana duka menyelimuti Pelabuhan Manado,saat Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), tiba langsung untuk menyambut para korban selamat dari insiden tragis kebakaran kapal KM Barcelona V.A.
Kapal penumpang yang melayani rute Talaud–Manado itu terbakar hebat di perairan Pulau Talise, Kabupaten Minahasa Utara, sekitar pukul 12.00 WITA. Api diduga berasal dari salah satu kamar di dek atas kapal saat penumpang tengah makan siang. Kepulan asap hitam pekat yang membubung disertai teriakan panik penumpang sempat terekam dan menyebar luas di media sosial.
Kepanikan tak terhindarkan. Ratusan penumpang, termasuk anak-anak, lansia, dan ibu hamil, memilih menyelamatkan diri dengan melompat ke laut mengenakan pelampung seadanya. Beruntung, nelayan lokal dari Pulau Talise dan Gangga sigap membantu menggunakan perahu-perahu tradisional, menyambut mereka yang berenang ke daratan. Sementara itu, Tim SAR gabungan—terdiri dari Basarnas, Polairud, TNI AL, dan Bakamla—langsung dikerahkan dengan enam armada penyelamat, termasuk KRI Pari dan KAL Tedung Selar.
Para korban yang berhasil diselamatkan sementara dievakuasi ke Pulau Gangga II, lokasi terdekat dari insiden kebakaran. Namun, tidak semua selamat. Tiga korban dinyatakan meninggal dunia dalam insiden ini—sebuah kehilangan yang meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Sulut.
Di tengah suasana haru, Gubernur YSK tiba di Pelabuhan Manado dan menyapa langsung para korban dan keluarga. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi ini.
> “Ini tragedi yang menyayat hati. Tiga korban jiwa ini bukan hanya kehilangan bagi keluarganya, tapi juga duka kita bersama sebagai masyarakat Sulawesi Utara,” ujar Gubernur YSK.
Ia juga memastikan bahwa seluruh korban akan mendapatkan penanganan medis, bantuan logistik, serta pendampingan psikologis dari pemerintah provinsi.
> “Pemerintah Provinsi Sulut akan hadir penuh untuk memastikan semua kebutuhan dasar para korban terpenuhi—dari kesehatan, tempat tinggal sementara, hingga pemulihan mental mereka pascakejadian.”
Kehadiran langsung orang nomor satu di Sulut ini menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap warganya. Di tengah situasi darurat, Gubernur YSK menunjukkan bahwa pemimpin sejati bukan hanya hadir saat senang, tapi juga berdiri paling depan di tengah duka.







____________________________________________
