Tangerang, Banten, tipikorinvestigasinews.id – Kamis (21/08/2025) Pukul 01:24 WIB
Tim Tipikor Investigasi News bersama seorang aktivis muda yang enggan disebutkan namanya, memantau pelaksanaan proyek paving block di Kampung Laksana Timur, RT 02 RW 01, Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Aktivis muda yang dikenal berambut gondrong tersebut menilai proyek yang dikerjakan oleh pihak CV pelaksana terkesan janggal dan tidak transparan.
Menurut pengakuannya, hingga saat ini pelaksana tidak menampilkan papan informasi proyek (KIP) di area pekerjaan. Hal ini memunculkan dugaan bahwa kegiatan tersebut tidak sesuai prosedur.

“Saya sudah mengonfirmasi langsung kepada para pekerja satu per satu, tetapi jawaban mereka tidak jelas. Mereka hanya mengatakan ini proyek provinsi. Kalau memang dari PUPR, seharusnya ada pengawasan yang jelas, termasuk ukuran paving block yang sesuai spesifikasi, minimal 8 cm. Namun, kenyataannya paving yang dipasang tidak sesuai ukuran,” ungkapnya sambil menggelengkan kepala.
Beberapa rekan aktivis dan awak media yang turut hadir di lokasi juga menilai hal serupa. Mereka menyebut pekerjaan ini tidak sebanding dengan anggaran yang kemungkinan sudah dialokasikan. Para tukang terlihat hanya bekerja atas perintah tanpa mengetahui detail proyek, sehingga menimbulkan kecurigaan adanya dugaan penyimpangan.

“Kalau pelaksana benar-benar membelanjakan sesuai spesifikasi, hasilnya pasti lebih baik. Sangat miris melihat proyek ini dikerjakan dengan kualitas yang tidak masuk akal,” tambah sang aktivis muda.
Saat melakukan konfirmasi, Bang Gondrong juga mendatangi kediaman Ketua RW setempat. Dalam perbincangan, RW membenarkan bahwa dirinya pernah mendampingi pihak desa saat melakukan pengukuran volume pekerjaan.
“Waktu itu kami sendiri yang memotret dan mengukur panjang volume proyek bersama perangkat desa,” jelas Ketua RW.
Aktivis muda dan media menilai, transparansi dalam proyek publik sangat penting agar tidak menimbulkan dugaan negatif. Namun, indikasi dugaan penyimpangan yang terlihat di lapangan masih menimbulkan banyak pertanyaan.
Reporter: Bahar Mawuk – Kaperwil Tipikor Investigasi News ID
Editor: Tim Red







____________________________________________
