Ogan Ilir –tipikorinvestigasinews.id
Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah unggahan yang menampilkan kondisi seorang warga miskin di Desa Palu, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa warga tersebut tidak pernah tersentuh bantuan dari pemerintah, baik dalam bentuk sembako, bantuan tunai, maupun program sosial lainnya.
Kabar ini sontak memicu perhatian publik. Banyak warganet yang merasa prihatin, bahkan mempertanyakan kinerja pemerintah desa dalam menyalurkan berbagai bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Namun, Kepala Desa Palu langsung memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya benar, bahkan cenderung menyesatkan.
> “Kami sampaikan bahwa warga yang dimaksud itu sudah menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah desa. Bantuan tersebut rutin diberikan sesuai mekanisme penyaluran. Selain itu, pihak desa juga sudah mengusulkan rumah warga tersebut ke dalam program bantuan rumah tidak layak huni (RTLH),” jelas Kepala Desa Palu, Minggu (24/8/2025).
Data Penerima BLT di Desa Palu
Berdasarkan catatan pemerintah desa, pada tahun 2024 hingga pertengahan 2025, tercatat sekitar 75 keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Palu yang mendapatkan Bantuan Langsung Tunai. Masing-masing KPM menerima bantuan tunai sebesar Rp300 ribu per bulan sesuai kebijakan pemerintah pusat.
“Jadi, setiap bulan bantuan itu disalurkan. Nama warga yang sempat diviralkan itu juga masuk dalam daftar penerima BLT dan tercatat resmi sebagai KPM,” tegas Kades.
Selain BLT, pemerintah desa juga telah mengusulkan sedikitnya 12 unit rumah warga miskin ke dalam program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal warga agar lebih layak huni.
Suara Warga Penerima BLT
Sejumlah warga Desa Palu yang ditemui media juga membenarkan bahwa bantuan pemerintah memang sudah disalurkan secara rutin. Salah satu warga, Siti Aminah (45), mengaku terbantu dengan adanya BLT yang diterimanya setiap bulan.
> “Alhamdulillah, saya dapat BLT dari pemerintah desa. Memang tidak banyak, tapi sangat membantu untuk membeli beras dan kebutuhan sehari-hari. Jadi kalau ada yang bilang kami tidak dapat bantuan, itu tidak benar,” ujar Siti Aminah.
Senada, warga lainnya, Jumadi (52), juga menegaskan hal serupa. Ia mengatakan bahwa bantuan dari pemerintah sudah dirasakan langsung oleh masyarakat miskin di Desa Palu.
> “Saya juga dapat BLT, dan rumah saya sudah diusulkan untuk diperbaiki karena kondisinya memang tidak layak. Jadi kami berterima kasih kepada pemerintah desa yang sudah memperhatikan,” ungkapnya.
Harapan Pemerintah Desa
Kepala Desa Palu berharap masyarakat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang tersebar di media sosial. Ia menekankan bahwa pemerintah desa selalu terbuka untuk dikritik maupun menerima masukan, asalkan disampaikan melalui jalur yang benar.
> “Kalau ada keluhan, mari datang langsung ke kantor desa. Kami terbuka untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama. Jangan sampai informasi sepihak membuat masyarakat salah paham,” pungkasnya.
Pemerintah Desa Palu menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak-hak warga miskin agar mendapatkan bantuan yang sesuai. Transparansi data penerima bantuan juga akan selalu dijaga, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. (Oman)







____________________________________________