SIMALUGUN,tipikorinvestigasinews.id– Gerakan Ikatan Mahasiswa dan Pemuda (GIMP) bersama Gerakan Pemuda Sumatera Utara Untuk Rakyat Simalungun (GEMPUR) menyampaikan sikap tegas terkait Praktik perjudian di wilayah hukum Simalungun yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.Senin, 20/04/2026.
Ketua GIMP Indra Simarmata, menegaskan bahwa praktik perjudian seperti togel, tembak ikan, dan bentuk lainnya tidak bisa lagi dianggap biasa biasa saja. Menurutnya, praktik ini diduga berjalan secara terorganisir dan diduga dikendalikan oleh sosok berinisial “AK”.
“Kami melihat ini bukan sekadar praktik perjudian biasa. Adanya dugaan bahwa ini merupakan jaringan yang terstruktur dan sistematis. Jika benar ada aktor utama di baliknya, maka aparat penegak hukum harus berani mengungkapnya secara transparan,” ujar Indra.
Senada dengan itu, Ketua GEMPUR, Rezi Ardiansya menyampaikan bahwa keberadaan praktik perjudian yang terus berlangsung menimbulkan keresahan di tengah masyarakat serta mencederai rasa keadilan.
“Praktik Perjudian ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama seolah-olah kebal hukum. Kami mendesak aparat untuk tidak hanya menindak pelaku di lapangan, tetapi juga membongkar siapa dalang utamanya,” tegas Rezi.
Kedua organisasi tersebut juga menyoroti momentum pelantikan AKP Wisnugraha Paramaartha sebagai Kasat Reskrim Polres Simalungun pada tanggal 15/04/2026 untuk membuktikan pergantian kepemimpinan ini menjadi ujian nyata bagi komitmen penegakan hukum di wilayah tersebut.
“Ini adalah titik krusial. Kami menunggu langkah konkret dari Kasat Reskrim yang baru. Apakah berani mengungkap sosok ‘AK’ dan membersihkan jaringan perjudian hingga ke akar, atau justru praktik ini akan terus dibiarkan?” lanjut Indra.
GIMP dan GEMPUR secara tegas menyatakan bahwa masyarakat tidak lagi membutuhkan janji, melainkan tindakan nyata. Mereka juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil tanpa tebang pilih demi memulihkan kepercayaan publik.
Sebagai bentuk komitmen, kedua organisasi tersebut menyatakan akan terus mengawal isu ini dan mendorong transparansi serta akuntabilitas aparat penegak hukum dalam menangani praktik perjudian di Simalungun.
“Masyarakat Simalungun saat ini menunggu bukti nyata. Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga tentang keberanian dan integritas,” tutup Rezi.(Ragum siallagan).







____________________________________________