Dumai, tipikorinvestigasinews.id –Kondisi memprihatinkan dialami para guru honorer di kota dumai Sejak akhir 2024 hingga pertengahan agustus 2025, tepatnya 9 bulan mereka belum menerima gaji atau honor atas pekerjaan mereka sebagai pendidik.
para guru tersebut justru merasa terabaikan dan tidak mendapatkan hak dan perhatian dari pihak terkait,
Menurut penuturan salah satu guru yang enggan disebutkan namanya, Senin,(24-8-2025) pemerintah dinilai tidak mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan persoalan ini.
beberapa guru honorer yang terdampak secara langsung, telah bekerja tanpa menerima gaji sejak akhir tahun 2024, namun tetap setia menjalankan tugas mengajar setiap hari.
kami Para guru telah berusaha ketemu pak wali kota susah sekali kemudian kami menghadap deawan perwakilan rakyat dumai jawabanya sabar anggaran tidak ada begitu juga ke Kabag keuangan walikota jawabanya sama anggaran tak ada.
“Kami tetap bekerja karena ini panggilan hati. Tapi kami juga punya keluarga yang harus ditanggung. Tolonglah pemerintah buka mata,” ujar seorang guru dengan nada sedih.
Para guru kini meminta perhatian keseriusan dari Pemerintah, tokoh toko pendidik dan aktipis aktipis organisasi peduli nasib masyarakat agar dapat mempertanyakan honor guru MDA se kota Dumai yang sampai saat ini belum menerima honor kami.
kepada walikota dumai kalau
bapak betul betul membela rakyat kecil tolong keluarkan honor kami kata guru honor. ia minta identitasnya tidak di sebutkan.
Ketua harian LSM generasi muda Melayu Riau Zamzami khotif angkat bicara adanya honor guru MDA di kota Dumai sampai saat ini sudah 9 bulan tak menerima gaji honor.
Sementara para guru sangat mengharapkan uang honor itu untk makan sehari hari. Pemerintah kota Dumai seharusnya bisa merasakan melihat di mana program pemerintah yg prioritas untk masyaralat dengan program pembangunan jangka panjang apa lagi para guru honor ini Termasuk pekerja sebagai tulang punggung peningkatan perekonomian nasional kata zamzami
Seharusnya Walikota dumai memprioritaskan mempercepat proses pencairan dana di kesra untuk membayar honor guru.
Para guru hanya minta keadilan dan perhatian agar kami guru-guru honorer tidak terus dibiarkan menderita,” kalau ada biaya kami akan ke jakarta ujar seorang guru lainnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pemerintah kota dumai pun belum merespon apa yang di harapkan para guru honor melalui pesan WhatsApp WA) terkait
Sumber. media Buserbayangkara74.com
Lapora. Tomi







____________________________________________
