Sumbar’ Payakumbuh, tipikorinvestigasinews.id – Kabar duka menyelimuti Kota Payakumbuh pada pagi yang seharusnya tenang. Selasa, 26 Agustus 2025, api tak terduga melalap beberapa bangunan di pusat kota, menciptakan pemandangan pilu yang mencekam. Bencana ini bukan hanya sekadar kerugian material, melainkan pukulan telak bagi seluruh warga Payakumbuh, ulas H. Nurkhalis Dt. Bijo Dirajo, Ketua DPC Gerindra sekaligus Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat.
H. Nurkhalis tak bisa menyembunyikan kesedihan mendalam saat meninjau lokasi kejadian.
“Hati saya sedih melihat pemandangan Ini adalah cobaan yang sangat berat bagi kita semua,” ucapnya lirih.
“Saya sangat menyayangkan kejadian ini. Apalagi, beberapa kader dan simpatisan Gerindra juga ikut menjadi korban. Mereka kehilangan harta benda, dan kenangan.”
Duka ini terasa semakin pedih mengingat bencana terjadi di tengah musim kemarau panjang yang sedang melanda Payakumbuh. Cuaca yang sangat panas dan kering membuat api dengan mudah menjalar, melahap apa pun yang dilaluinya. Api seolah mendapat kekuatan dari hawa panas yang menyengat, menjadikan upaya pemadaman semakin sulit.
”Kita semua tahu, Payakumbuh sudah dilanda kemarau panjang. Cuaca panas ekstrem ini seharusnya menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih waspada,” ujar H. Nurkhalis dengan raut muka sedih. “Saya berharap semua pihak dapat bahu-membahu. Pemerintah, swasta, dan masyarakat harus bersatu untuk membantu para korban bangkit dari keterpurukan.”
H. Nurkhalis juga menyampaikan komitmennya untuk segera berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan bantuan segera sampai kepada para korban. “Kami akan melakukan yang terbaik. Ini bukan hanya tentang partai, ini tentang kemanusiaan. Kita akan pastikan tidak ada yang merasa sendirian dalam menghadapi cobaan ini,” tegasnya.
Kebakaran ini bukan hanya menghanguskan bangunan, tetapi juga merenggut senyum dan harapan. Payakumbuh berduka, dan duka itu dirasakan oleh setiap warga termasuk simpatisan Gerindra yang kini berjuang untuk meringankan beban mereka yang tertimpa musibah.
( Mahwel )







____________________________________________