Kampar, tipikorinvestigasinews.id, Salah Seorang Sumber pemberitaan Prihal
Mantan kepala sekolah SMK Al Fitrah desa balung Tahun ajaran 2024-2025 di duga Mar Up anggaran dana BOSDA yang telah beredar di beberapa media online,Mengkonfirmasikan lagi pada Tim wartawan,kamis,28 agustus 2025
Ia” mengatakan bahwa ada kesalahan tentang informasi yang diberikan dan mengatakan klaripilasi,Sumber yang tidak mau di publikasikan ini menuturkan lagi.
Mantan kepala sekolah SMK AL- Fitrah desa balung Tahun ajaran 2024-2025 di duga Mar Up anggaran dana BOS P
Begini ungkapnya,
dari daftar siswa/i yang reel 21 orang murid menjadi 60 murid pada tahun ajaran 2024/2025,sehingga menimbulkan pertanyaan bagi Dinas Pendidikan Riau ketika pemeriksaan data. Ucapnya.
Menurut keterangan salah seorang guru yang namanya tidak mau disebutkan, kepala dinas pendidikan Riau melalui stafnya mengungkapkan,kalau datanya tidak di perbaiki hingga 31 Agustus akan dipotong 20%,sampai September juga tidak diperbarui akan dipotong 30% dan selanjutnya juga tidak di perbaiki jangan harap dana BOS P dicairkan untuk tahun depan, tuturnya
Dana tahun ini sudah di cairkan ke rekening SMK lebih kurang 1/2 dengan total 54.000.000 juta kemana uang nya tanya sebagai staf dinas pendidikan Riau bagian kepengurusan dana BOS
Tujuan dana BOS adalah untuk meringankan beban masyarakat, membebaskan biaya pendidikan bagi siswa miskin, serta meningkatkan mutu dan aksesibilitas pembelajaran di sekolah.
Bantuan Operasional Sekolah Pusat ( BOS P) adalah bantuan operasional sekolah yang berasal dari Pemerintah Pusat yang digunakan untuk kegiatan operasional pembelajaran
Di saat tim wartawan mengkonfirmasi kepada Mantan Kepala sekolah SMK AL-Fitrah via chat WA,Siirman mengatakan dari dana BOS P yang sudah keluar itu Rp. 22.500.000 per 6 bulan sudah di jadikan untuk membayar gaji guru – guru yang ada di SMK AL-Fitrah dan sisa uang di jadikan pembelian ATK,bayar listrik,babat rumput,bayar TU,perjalanan dinas dan sumbangan MKKS,ucapnya
Saat di komfirmasi dugaan mar up jumlah siswa SMK AL- Fitrah,Siirman mengatakan bukan kami yang memasukan tetapi sudah prosedur dari dinas tindih (S) selaku mantan kepala sekolah SMK Al Fitrah
Di tempat yang berbeda awak media mengomfirmasi hal ini kepada ketua yayasan,ketua yayasan menyampaikan ” saya tidak tahu menahu masalah ini karena selama lebih kurang dua tahun( S) menjadi kepala sekolah SMK AL- Fitrah,(S) tidak pernah mengajak saya untuk berdiskusi dalam pengambilan keputusan apa pun di SMK tutup pembicaraan nya.
Sumber . TIM
Pewarta. Tomi







____________________________________________