Sorong Selatan- https://tipikorinvestigasinews.id- Pemerataan tenaga pendidik di wilayah pesisir dan daerah terpencil di Kabupaten Sorong Selatan hingga kini masih menjadi tantangan bagi Pemerintah Daerah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
Kondisi tersebut dinilai turut memengaruhi pelaksanaan program literasi dasar, terutama pengenalan baca tulis dan berhitung bagi peserta didik di wilayah terpencil.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong Selatan, Isak Meres, mengatakan keterbatasan akses transportasi dan minimnya fasilitas tempat tinggal bagi tenaga pendidik menjadi faktor utama belum optimalnya distribusi guru di sejumlah wilayah pesisir.
Hal itu disampaikannya saat ditemui awak media di kediamannya pada Kamis, (14/5/2026).
Menurut Isak, persoalan pemerataan guru masih menjadi pekerjaan rumah yang cukup kompleks bagi Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan.
“Persoalan ini cukup rumit bagi kami di Kabupaten Sorong Selatan, khususnya dalam mendukung program literasi dasar dan pengenalan angka maupun huruf yang seharusnya dapat menjangkau hingga ke wilayah pelosok,” ujar Isak Meres.
Ia menjelaskan, sejumlah sekolah di daerah pesisir hingga saat ini masih mengalami kekurangan tenaga pengajar tetap. Banyak guru mengalami kesulitan menjalankan tugas akibat akses transportasi yang terbatas, ditambah belum tersedianya rumah dinas maupun fasilitas hunian yang layak.
Menurutnya, sebagian tenaga pendidik bahkan harus tinggal sementara di rumah keluarga atau masyarakat setempat selama bertugas. Kondisi tersebut dinilai kurang mendukung kenyamanan serta keberlangsungan tugas para guru di daerah terpencil.
“Guru-guru tidak dapat menjalankan tugas secara maksimal karena keterbatasan tempat tinggal yang memadai. Pada akhirnya, sebagian memilih kembali ke kota dan tidak lagi melanjutkan tugas di sekolah-sekolah wilayah pesisir,” jelasnya.
Sebagai langkah penanganan, Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong Selatan mulai menyiapkan program penataan sarana dan prasarana pendidikan yang direncanakan dilaksanakan secara bertahap pada tahun 2027 hingga 2028.
Program tersebut nantinya akan diusulkan melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat.
Isak menjelaskan, setiap sekolah nantinya akan menyampaikan kebutuhan sarana dan prasarana melalui operator sekolah untuk dimasukkan ke dalam sistem Dapodik sebelum diverifikasi oleh Pemerintah Pusat sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pada tahun 2027 pihaknya belum memprioritaskan pembangunan fisik pendidikan secara besar-besaran.
Fokus utama Dinas Pendidikan saat ini lebih diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya pembinaan tenaga pendidik dan dukungan pendidikan bagi pelajar maupun mahasiswa asal Sorong Selatan.
“Kami saat ini lebih memprioritaskan pembinaan guru, bantuan pendidikan, program bebas biaya sekolah, hingga dukungan bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di berbagai Universitas,” katanya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan juga terus menjalankan program unggulan “Satu Kepala Keluarga Satu Sarjana” sebagai salah satu program prioritas daerah.
Melalui program tersebut, Pemerintah memberikan dukungan pendidikan kepada mahasiswa asal Sorong Selatan yang menempuh studi di berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar Papua.
Tidak hanya itu, Pemkab Sorong Selatan juga tengah mempersiapkan 15 siswa SMA berprestasi untuk mengikuti program pendidikan ke luar negeri. Para siswa tersebut diproyeksikan melanjutkan pendidikan ke Jepang, Australia, dan Prancis.
“Sebanyak tujuh siswa dipersiapkan ke Jepang, empat siswa ke Australia, dan empat lainnya ke Prancis. Saat ini mereka sedang mengikuti pembinaan di salah satu lembaga pendidikan di Yogyakarta untuk mempelajari bahasa Jepang, bahasa Prancis, dan bahasa Inggris,” ungkapnya.
Ia berharap pada tahun ini sedikitnya dua hingga tiga siswa dapat diberangkatkan lebih dahulu ke Jepang, sementara peserta lainnya masih menunggu hasil evaluasi dan kesiapan dari lembaga pelatihan.
Menurut Isak, program tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak asli Papua, khususnya generasi muda Sorong Selatan, memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat internasional apabila memperoleh kesempatan dan dukungan pendidikan yang memadai.
Di akhir keterangannya, Isak Meres berharap para siswa yang nantinya menempuh pendidikan di luar negeri dapat menjaga nama baik daerah serta kembali untuk membangun Sorong Selatan di masa mendatang.
“Saya berharap anak-anak ini dapat membawa nama baik daerah, provinsi, dan keluarga mereka. Ketika kembali nanti, orang tua bangga dan Pemerintah Daerah juga bangga karena ada anak-anak Papua, khususnya dari Sorong Selatan, yang mampu belajar di luar negeri dan kembali membangun daerahnya,” tutupnya.
Pewarta: Asep Suebu







____________________________________________